KASUS ORGANISASI

Konflik dalam Organisasi

Lembaga X adalah suatu lembaga penelitian dan pengembangan di negara Y (salah satu negara berkembang yang memiliki potensi sumber daya manusia terbesar di dunia) yang karena posisinya yang strategis saat ini sangat diharapkan perannya dalam melahirkan gagasan-gagasan atau penemuan-penemuan spektakuler yang bermanfaat bagi kemajuan negerinya. Atas instruksi presiden negara Y, Menteri yang terkait dengan lembaga tersebut beberapa bulan yang lalu telah menempatkan orang terbaiknya untuk memimpin lembaga X. Pemimpin yang baru tersebut telah menetapkan visi, misi dan budaya yang dianggap mampu mendorong perubahan ke arah perbaikan bagi lembaga tersebut. Meskipun lembaga ini telah memiliki SDM yang berkualitas baik dibidangnya namun dalam kenyataannya hingga saat ini perubahan yang diharapkan tidak kunjung terwujud karena dihadapkan pada berbagai masalah yang perlu ditangani secara serius agar peran dan harapan pemerintah negara Y terhadap lembaga ini dapat tercapai.

Beberapa masalah yang masih menghambat adalah :

  1. Masalah senioritas, dimana orang-orang yang telah memiliki masa kerja lama enggan dipimpin oleh orang muda yang notabene sebelumnya adalah yuniornya.
  2. Ada beberapa pegawai yang sangat ‘vokal’ dalam mengajukan kritik. Berdasarkan riwayat masa kerjanya, ia pernah berkonflik dengan siapapun yang menjadi atasannya.
  3. Motivasi kerja beberapa pegawai menurun, karena merasa sebentar lagi akan memasuki masa pensiun
  4. Ada ketidakpuasan kerja pada pegawai, karenapendapatan yang diterima kurang mencukupi.
  5. Sharing informasi antar unit kerja terhambat, karena tidak adanya kepercayaan atau ada kecurigaan informasi tertentu hanya akan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi dan bukan untuk kepentingan organisasi, sehingga hal ini menimbulkan konflik interpersonal yang kemudian menghambat kelancaran tugas-tugas organisasi.
  6. Rendahnya sebagian besar pegawai untuk memenuhi komitmen yang telah disepakati (pegawai hanya ‘lip service’ saja, padahal jelas-jelas tujuan komitmen tersebut adalah untuk kepentingan bersama organisasi.
  7. SOP (Standard Operating Procedure) yang ada tidak terlalu dihiraukan lagi, pegawai mengerjakan tugasnya seagaimana yang biasanya dilakukan sehari-hari saja.

Berbagai permasalahan di atas membuat Pemimpin baru ini masih bingung untuk memulai pembenahan dari mana dan dengan cara bagaimana.

Apabila anda ditunjuk oleh Pemimpin yang baru untuk menjadi Ketua Tim Pembenahan Organisasi Instansi X, langkah-langkah konkrit apa yang akan anda usulkan untuk dapat menyelesaikan masing-masing hambatan di atas secara komprehensif dan bagaimana urutan prioritas penyelesaiannya?

Published in: on November 21, 2009 at 6:44 pm  Leave a Comment  
Tags: , , , , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://hirzithariqi.wordpress.com/2009/11/21/kasus-organisasi/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: