PERILAKU KONTRAPRODUKTIF

Perilaku Kontraproduktif

Pengertian Perilaku Kontraproduktif

Menurut Levy & Ritti (2003), perilaku kontraproduktif merupakan perilaku karyawan yang berupa perilaku mencuri/maling (theft), perilaku sabotase (sabotage), pemerasan (blackmail), penyuapan (bribery) dan perilaku menyerang orang lain (aggression).

Dalam pengertian yang kita pahami sehari-hari, perilaku mencuri/ maling/manipulasi uang dan penyuapan disebut juga dengan istilah korupsi yang memiliki pengertian yang paling sempit yakni menguasai uang yang bukan haknya sehingga merugikan institusi tempat pelakunya bekerja. Dari berbagai kasus, diketahui bahwa pelaku-pelakunya datang dari berbagai kalangan, mulai dari tingkat direktur utama, manajer, pimpinan proyek, pengawas hingga level pelaksana teknis atau pekerja di lapangan (Meliala, 1998).

Ada kaitan antara modus (cara melakukan) manipulasi, nilai uang yang dimanipulasi dan status sosial pelakunya, yaitu semakin tingginya status sosial sang pelaku manipulasi diduga akan berkaitan dengan semakin besarnya nilai uang yang dapat diselewengkan. Demikian pula halnya dengan modusnya yang cenderung semakin canggih dan kompleks.

Menurut Alatas (1975, dalam Meliala, 1998), perilaku korupsi (mencuri, penyuapan, dan sejenisnya) dikatakan telah berkembang menjadi fenomena yang bercirikan sebagai berikut :

  • Senantiasa melibatkan lebih dari satu orang.
  • Pada umumnya berlangsung dengan penuh kerahasiaan, kecuali dimana ia telah begitu merajalela dan berurat-berakar sehingga individu-individu yang melakukannya tidak mengganggap perlu menyembunyikan perbuatan mereka.
  • Melibatkan elemen kewajiban dan keuntungan timbal-balik.
  • Pelakunya biasanya menyelubungi perbuatannya dengan berlindung dibalik pembenaran hokum.
  • Mereka yang terlibat adalah kalangan yang walaupun setuju dengan keputusan-keputusan yang tegas namun berharap masih bisa dipengaruhi sesuai kepentingan mereka.
  • Mengandung penipuan, biasanya terhadap lembaga publik atau masyarakat umum.
  • Pada dasarnya adalah suatu pengkhianatan kepercayaan.
  • Setiap bentuknya melibatkan fungsi berganda yang kontradiktif dari pihak yang melakukannya.
  • Melanggar norma-norma tugas dan pertanggungjawaban dalam tataran masyarakat dan menempatkan kepentingan umum di bawah kepentingan khusus pihak tertentu.

Berdasarkan uraian di atas maka disimpulkan pengertian dan batasan dari perilaku kontraproduktif adalah penyalahgunaan uang perusahaan yang dilakukan oleh karyawan operasional melalui penerimaan uang pembayaran tiket parkir dari pelanggan dengan cara-cara yang melanggar prosedur/ketentuan perusahaan (tidak sah), antara lain dengan cara-cara :

  • Mengangkat “boom-gate” dengan tangan bukan mesin (biasanya dilakukan oleh 2 orang karena berat).
  • Menerima pembayaran dari kendaraan parkir
  • Menggunakan tiket langganan pada kendaraan yang “menginap” (over-night)
  • Mengeluarkan kendaraan dengan tiket gratis (pada kasus ada input mobil kepuar tetapi tidak ada fisik mobil di lokasi parkir).
  • Memalsu tiket parkir kendaraan (stempel palsu).
  • Pembongkaran (hacking) program komputer pada mesin tiket parkir.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Munculnya Perilaku Korupsi/Manipulasi Uang sebagai Perilaku Kontraproduktif

Perilaku korupsi/manipulasi uang sesungguhnya dapat dikaji dari sudut pandang lingkungan atau tempat terjadinya perilaku tersebut. Beberapa instansi pemerintah misalnya dikenal memiliki “reputasi” tertentu dalam hal korupsi yang dilakukan oleh karyawannya.

Namun demikian, bukannya tidak ada lingkungan kerja tertentu di perusahaan swasta yang tidak mendukung munculnya korupsi. Mungkin yang berbeda dengan fenomena di birokrasi pemerintahan adalah jenis penyebabnya. Di kalangan swasta, korupsi umumnya baru dapat terjadi bila terdapat pengawasan yang lemah, persaingan yang ketat, adanya kesempatan, kelihaian melakukan manipulasi dan sebagainya (Tempo, 19 Februari 1983. dalam Meliala, 1998).

Secara psikologis, fenomena “menyimpang” seperti terdapat di lingkungan kerja pemerintahan maupun swasta tersebut juga dapat dibahas dalam konteks perilaku kelompok (group behaviour). Pada situasi terdapatnya kesempatan (opportunity) akibat lemahnya kendali kelompok (group control), akibat ketidakpaduan antara kata dan perbuatan (inconsistency) antar anggota, demikian pula akibat persaingan ketat dalam mengejar tujuan materi (material-led competition), diduga kuat gampang memunculkan perilaku yang tidak mengindahkan norma dan nilai setempat.

Sebaliknya, kuatnya kendali kelompok, mengingat adanya kohesivitas kelompok yang tinggi, juga dapat menjadi predisposisi bagi timbulnya korupsi. Hal itu terjadi bila ada anggota kelompok yang pada dasarnya tidak ingin melakukan hal itu, lalu terpaksa melakukan penyesuaian diri (conformity) guna terhindar dari tekanan kelompok atau group pressures (Aronson, 1984, 22-25, dalam Meliala, 1998).

Pada akhirnya dapat dikatakan, terlepas dari lingkungan kerja birokrasi atau swasta, pastilah terdapat karakteristik lingkungan tertentu yang mengembangkan berbagai predisposisi bagi lahirnya korupsi (Tempo, 19 Februari 1983 dalam Meliala, 1998). Bila dilihat secara umum, maka karakteristik tersebut adalah (Singgih, 1993, dalam Meliala, 1988) :

  • Kelemahan dalam pengawasan
  • Masih terdapatnya atasan yang tidak mampu melaksanakan fungsinyasebagai pengawas atas aktivitas bawahannya.
  • Kekurangberanian  atasan mengambil tindakan tegas terhadap bawahan yang korupsi.
  • Gaji/penghasilan yang tidak sesuai dengan kebutuhan dasar menurut indicator kesejahteraan karyawan.
  • Tidak diterapkannya secara konsisten sistem alih tugas jabatan (mutasi, promosi, degradasi).
  • Penggunaan berbagai sarana komunikasi dan informasi canggih yang mempermudah dilakukannya korupsi.

Selanjutnya, ada kalangan yang menduga, motif terkuat dalam melakukan korupsi adalah motif memperkaya diri sendiri. Tetapi, ada pula yang berpikir bahwa sepanjang dilakukan secara terbatas, maka motif korupsi tentunya hanya terbatas pada upaya mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari saja. Pandangan “relativisme” tersebut tentu saja akan mempengaruhi bentuk dan jumlah perilaku yang dianggap korupsi atau bukan korupsi. Sebagai suatu perbuatan yang memiliki norma menyimpang (deviant norm), pandangan relative ini potensial menimbulkan kekaburan ataupun kerancuan, yang mana dari sudut pelakunya dapat dipakai sebagai pembenaran atau justifikasi guna melakukan korupsi.

Sebagai suatu gejala sosial, seperti sudah diuraikan, perilaku korupsi memang amat dipengaruhi oleh berbagai hal seperti kesempatan/ peluang, “budaya”, status sosial, motif dan gaya hidup, yang pada intinya mengacu pada upaya pemuasan nafsu konsumerisme individu (Sukardi, 1990, dalam Meliala, 1998).

Dalam kaitan ini, Alatas (1975, h. 46, dalam Meliala, 1998) memiliki daftar penyebab korupsi/manipulasi uang sebagai perilaku kontraproduktif yang meliputi unsur pribadi dan lingkungan :

  • Kelemahan pendidikan, pengajaran agama dan etika.
  • Feodalisme, sebagai unsure yang tidak menggugah kesetiaan dan kepatuhan yang diperlukan untuk membendung korupsi.
  • Ketiadaan atau kelemahan kepemimpinan dalam posisi-posisi kunci yang mampu memberikan ilham dan mempengaruhi perilaku yang menjinakkan korupsi.
  • Kemiskinan pelakunya.
  • Tidak adanya hukuman yang keras.
  • Langkanya lingkungan yang subur bagi perilaku anti korupsi.
  • Struktur pemerintahan.
  • Terjadinya perubahan radikal dalam struktur masyarakat yang memungkinkan munculnya korupsi sebagai penyakit transisional.

Untuk konteks Indonesia, hidupnya budaya patrimonial yang menempatkan atasan sebagai “bapak” dan bawahan sebagai “anak”, mau tak mau, harus juga diakui kehadirannya. Dalam paham ini, sebagaimana layaknya seorang bapak, atasan harus mengayomi anak-anaknya dari marabahaya. Dari hubungan tersebut, muncullah “kekuasaan” yang konkrit (Anderson, 1984, h. 51, dalam Meliala, 1998). Untuk itu, sebagai balas jasa, anak-anak harus memberi “upeti” kepada bapak. Hal ini juga dimungkinkan berkat adanya pemahaman bahwa harta pribadi pada dasarnya adalah juga harta komunal. Pada konteks dewasa ini, pemberian upeti tersebut telah dianggap termasuk kategori korupsi/ manipulasi.

Budaya patrimonial juga kerap sulit melihat perbedaan antara milik pribadi dan milik bersama maupun perbedaan antara “milikmu” dan “milikku”. Terhadap pemegang kekuasaan, adalah “abash” atau legal bila mempergunakan segala sumber atau akses yang dikuasainya dalam rangka pemusatan atau penonjolan “kekuasaannya” (Anderson, 1984, h. 53, dalam Meliala, 1998). Hal mana mengakibatkan, antara lain, tingginya kecenderungan dalam penggunaan fasilitas Negara oleh pejabat yang disertai dengan lemahnya control.

Dari uraian di atas, penulis menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya korupsi/manipulasi uang adalah:

a.   Faktor Individu:

  • Kemiskinan pelakunya.
  • Kelihaian pelakunya.
  • Penggunaan teknologi canggih yang mempermudah korupsi.

b.   Faktor Kelompok:

  • Lemahnya pengawasan dari atasan.
  • Atasan tidak mampu melaksanakan fungsinya.
  • Atasan kurang berani bertindak tegas pada bawahan korupsi.
  • Ketiadaan/kelemahan kepemimpinan dalam posisi-posisi kunci.
  • Kohesivitas kelompok yang tinggi.
  • Persaingan yang ketat.

c.   Faktor Pekerjaan dan Organisasi:

  • Gaji/penghasilan yang tidak sesuai dengan kebutuhan dasar.
  • Sistem alih tugas jabatan tidak diterapkan secara konsisten.
  • Tidak adanya hukuman/sanksi yang keras.
  • Adanya kesempatan.

d.   Faktor Luar Organisasi (Lingkungan):

  • Lemah/kurangnya pendidikan, pengajaran agama dan etika.
  • Feodalisme, unsur tidak menggugah kesetiaan & kepatuhan.
  • Langkanya lingkungan yang subur bagi perilaku anti korupsi.
  • Terjadinya perubahan radikal dalam struktur masyarakat.
  • Budaya patrimonial.

Faktor-Faktor yang Dapat Mencegah Munculnya Perilaku   Mencuri/Manipulasi Uang sebagai Perilaku Kontraproduktif

Betapa pun tidak pernah dilakukan penelitian yang mendalam, namun diyakini bahwa ternyata tidak semua orang yang memiliki predisposisi melakukan korupsi ternyata benar-benar melakukan korupsi. Sebaliknya, juga terdapat cukup banyak masyarakat yang tidak memiliki predisposisi seperti disebut oleh Alatas di bagian terdahulu, namun memiliki angka korupsi sama atau bahkan lebih tinggi dibanding masyarakat Indonesia pada umumnya. Singkatnya, terdapat faktor-faktor tertentu, atau kombinasinya, yang membuat individu melakukan atau tidak melakukan korupsi.

Faktor-faktor individual seperti tingkat tertentu dari pertimbangan moral seseorang, mungkin dapat dikatakan sebagai yang menghambat seseorang melakukan perilaku menyimpang (Kohlberg, 1976, h. 31-53, dalam Meliala). Dalam hal ini, bagi sekalangan orang dengan struktur moral tertentu, korupsi rupanya masih dikategorikan perilaku menyimpang yang harus dijauhi (v.d. Heuvel, 1980). Demikian pula dengan tingginya penghayatan keagamaan dan motif kejujuran (Alatas, 1975, h. 70-75, dalam Meliala, 1998).

Mereka yang tidak memberikan penilaian tinggi pada materi dan tinggi penghayatannya pada agama (Rokeach, 1973 & 1969), juga diketahui memiliki predisposisi rendah untuk berperilaku menyimpang. Dikatakan oleh Tyler (1990, h. 80-83, dalam Meliala, 1998), kualitas-kualitas pribadi tersebut biasanya berkorelasi dengan perilaku yang menjauhi perbuatan yang dianggap negatif tersebut.

Berdasarkan uraian di atas, penulis menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang dapat mencegah/menghambat terjadinya korupsi/ manipulasi uang sebagai perilaku kontraproduktif adalah: (a) tingkat pertimbangan moral tertentu (Kohlberg, 1976); (2) tingkat struktur moral tertentu (v.d. Heuvel, 1980); (3) tingginya penghayatan keagamaan (Alatas, 1975 & Rokeach, 1973 & 1969); (4) tingginya motif kejujuran (Alatas, 1975); dan (5) tidak memberikan penilaian tinggi pada materi (Rokeach, 1973 & 1969).

Bahan Bacaan :

  1. Levy, Steve & Ritti, R. Richard. 2003. Instructor Manual for The Ropes to Skip and Ropes to Know. Sixth Edition. New York: John Wiley and Sons, Inc.
  2. Meliala, Adrianus. 1998. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Mahasiswa Terhadap Korupsi. Tesis. Jakarta: Program Pascasarjana Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Advertisements

Aku Sedih Sekali Ayah…

Kondisi ‘Koma’

Dalam keadaan engkau sakit tak sadarkan diri (koma) begini, ingin rasanya aku memandang wajahmu terus, memandang semua yang telah begitu lekat dalam hidupku sehari-hari. Tadi aku begitu rindu ingin melihat kerut tangannya yang khas, kubelai… sampai tak terasa pikiranku melayang ke masa lalu ketika ia masih sehat sebelum sakit sekarang. Aku jadi sangat sedih tak terkira. Kubayangkan bila suatu ketika aku tak dapat lagi memegang tangannya seperti saat ini. Ada dorongan untuk terus mengamati ayah yang terbaring dalam tak berdaya itu. Aku rindu ayah… belum cukup bagiku membuatmu bahagia ayah… Belum terbayar usahamu ayah… Aku ingin lebih dari itu, aku ingin berbakti ayah… Aku ingin engkau betul-betul merasakan hasil jerih payahmu yang keras dan tulus itu ayah… Engkau wariskan sifat-sifat itu padaku ayah… Bukankah engkau ingin melihat hasilnya ayah… Tak kusangka sakit engkau akan menjadi begitu parah ayah… Aku tahu harapan-harapanmu padaku ayah setelah ternyata kakakku sulit untuk engkau harapkan lagi. Engkau malang ayah… Hanya sebagian yang baru engkau rasakan ayah… Oh ayah, aku rindu ayah… Baru satu tahun ini kurasa akrab dan hangat kasih sayangmu, terlalu haru untuk diingat kembali ayah… Oh ayah… ayah… belum cukup semua itu ayah… Apa yang mesti kukatakan lagi ayah… ayah… oh ayah… aku sedih sekali…

(Jakarta, 13 Oktober 2009 – Balada Pejuang)

Published in: on November 29, 2009 at 4:14 pm  Leave a Comment  
Tags: , , , ,

Krisis Identitas

Dulu keramahan itu jadi kebanggaan
Tapi kini justru serasa menghancurkan
Perlukah keramahan dipertahankan
Saatnya kah egoisme menguasai diri
Aku butuh rasa percaya diri
Adakah kebanggaan lain selain itu
Arah yang pasti belum kutentukan
Tumbuhkan egoisme segera
Galang rasa percaya dirimu
Dunia akan kau raih
Tanpa kehilangan akhirat
Cinta akan tetap ada
Seiring dengan egoisme
Bentuknya bagaimana
Entahlah…..

(Slipi, 12 April 2007 – Balada Pejuang)

Published in: on November 29, 2009 at 3:47 pm  Leave a Comment  
Tags: , , , , , , , ,

BERQURBAN UNTUK APA/SIAPA?

Presiden-Wapres RI Berkurban

BERKURBAN

Kita rela berkorban untuk orang tua kita…

Orang tua rela berkorban untuk anaknya…

Suami/Istri rela berkorban untuk pasangannya…

Seseorang rela berkorban untuk teman akrabnya…

Anak muda rela berkorban untuk pacar tercintanya…

Pegawai PNS rela berkorban untuk negara…

Karyawan swasta rela berkorban untuk perusahaannya…

Bahkan kita rela berkorban untuk hal-hal yang tidak perlu…

Mengapa masih banyak orang yang kaya harta masih belum rela (apalagi ikhlas) untuk berkurban kepada Allah SWT (Sang Pencipta kita) dengan mengeluarkan uang minimal 1 juta (lebih sedikit) untuk membeli seekor kambing yang paling kecil tapi masih layak kurban?

Mengapa Orang Berkurban?

  • Memiliki cukup uang/harta
  • Memiliki penghayatan yang tinggi terhadap nilai-nilai berkurban
  • Memiliki ketaqwaan dan keimanan yang kuat kepada Allah SWT (Yang Maha Pencipta, Maha Kuasa, dll)
  • Rela dan ikhlas karena perintah Allah SWT dalam berkurban – “Istiqamah”.
  • Supaya orang lain (masyarakat) menilainya sebagai orang yang mampu (kaya).
  • Supaya orang lain (masyarakat) menilainya sebagai orang yang baik (dermawan) dan memiliki nilai-nilai agama (ketaqwaan) yang tinggi.
  • Terpaksa atau dipaksa oleh orang lain (Ustadz, Pengurus Masjid, Orangtua, Saudara, teman atau bahkan anak sendiri).

Mengapa Orang Tidak Berkurban?

  • Tidak memiliki cukup uang/harta
  • Memiliki cukup uang/harta tetapi lupa untuk berkurban
  • Memiliki cukup uang/harta tetapi tidak sempat berkurban karena kesibukan.
  • Memiliki cukup uang/harta tetapi tidak merasa berkewajiban untuk berkurban.
  • Memiliki cukup uang/harta tetapi tidak merasa berkewajiban berkurban hewan di Idul Adha lagi karena selama ini sudah banyak membantu kaum duafa dalam hal-hal lain selain berkurban.
  • Memiliki cukup uang/harta tetapi tidak/belum rela memberikan uang/hartanya kepada orang lain karena akan mengurangi jumlah kekayaannya.
  • Memiliki cukup uang/harta tetapi tidak/belum mau berkurban karena masih ada keperluan lain yang penting seperti membantu orang tua atau saudara yang kurang mampu secara ekonomi.
  • Memiliki cukup uang/harta tetapi tidak/belum mau berkurban karena akan mengurangi jumlah tabungannya untuk menunaikan ibadah haji.
  • Memiliki cukup uang/harta tetapi tidak bersedia meninggalkan pekerjaan/jabatannya karena khawatir diambil alih (digantikan) oleh orang lain.
  • Memiliki cukup uang/harta tetapi tidak bersedia meninggalkan pekerjaan/jabatannya karena khawatir hal-hal yang selama ini ditutup-tutupi (kecurangan, korupsi, dll) bisa diketahui dan terbongkar.

Semoga Allah senantiasa memberikan kita UANG/HARTA yang cukup/melimpah dan IMAN yang kuat agar kita menjadi “istiqamah” kepada Allah SWT sehingga senantiasa bisa berkurban di setiap IDUL ADHA, amin…

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA

Mohon Maaf Lahir dan Batin

Published in: on November 29, 2009 at 2:06 am  Leave a Comment  
Tags: , , , , , , , ,

KENAPA SIH BANGSA KITA MASIH ‘SILAU’ DENGAN HAL-HAL YANG BER’BAU’ ASING?

Kenali dan Cintai Indonesia Kita

Beberapa gejala mengenai hal tersebut yang seringkali kita temukan dalam kehidupan sehari-hari :

  • Pimpinan perusahaan-perusahaan kita masih lebih percaya dengan tenaga ahli orang asing dibandingkan dengan tenaga ahli dari negara sendiri, padahal kemampuan mereka belum tentu lebih tinggi.
  • Pimpinan perusahaan-perusahaan kita rela membayar orang asing jauh lebih mahal berlipat kali dibandingkan dengan orang Indonesia sendiri (selain juga karena ada ketentuan upah minimal TKA).
  • Banyak anggota DPR kita rela meninggalkan rapat penting hanya sekedar untuk mendengarkan konsultan asing (yang sudah memiliki ‘record’ jelek di departemen) memaparkan ‘dagangan’nya yang belum tentu cocok dengan kebutuhan DPR dan negara kita.
  • Orangtua kita lebih senang dan bangga menyekolahkan anaknya ke luar negeri (meskipun kualitas sekolah/universitasnya tidak jelas ‘jelek’) dibanding di Indonesia meskipun telah diterima di Universitas terbaik (UI, ITB, Unpad atau UGM.
  • Ibu-ibu kita lebih menyukai dan ‘pede’ memakai produk (pakaian, sepatu, tas, dll) asing dibanding memakai produk lokal (sepatu Cibaduyut, tas Tajur, pakaian Tanah Abang, dll). Padahal kualitas produk-produk kita tersebut tidak kalah bagus bahkan banyak digemari oleh pengusaha-pengusaha/pedagang dari luar negeri .
  • Orang-orang kaya kita lebih percaya dengan dokter-dokter dari Singapura, Malaysia, Australia atau Jerman, padahal sudah banyak dokter-dokter dan rumah sakit di Indonesia yang sudah bagus dan disegani kolega-koleganya dari negara-negara lain.
  • Anak-anak kita lebih senang membaca buku, main video game dan menonton film Spiderman, Sincan, Naruto, Benten, dan lainnya, dibanding membaca buku-buku dan menonton film-film Anak-Anak Indonesia (memang sekarang ada, kalau dulu sih: Godam, Gundala, dll).
  • Bahkan PRT-PRT (juga Ibu-Ibu RT-nya) kita pada waktu lalu sempat sangat menggemari telenovela Maria Mercedes, Marimar, dan lainnya. Namun syukurlah saat ini mereka sudah menggemari sinetron lokal (Cinta Fitri, Cinta dan Anugrah) meskipun kita masih sulit menyensornya untuk kepentingan perkembangan anak-anak kita.
  • Penggemar sepakbola kita lebih suka menonton tayangan Liga Primer Inggris, LA Liga Spanyol, Liga Italia, Bundes Liga Jerman atau Eresdivisi Liga Belanda, dibandingkan menyaksikan tayangan Liga Indonesia (yang memang penampilan dan prestasinya jelek, selain ‘prestasi’ berkelahi atau mengejar-ngejar wasit).

Kita masih seringkali TIDAK MENYADARI atau LUPA bahwa :

  • Negeri ini pernah memiliki seorang GAJAHMADA pemersatu Nusantara nan luas; melahirkan seorang SUKARNO seorang pemberani penentang Amerika negara adikuasa di jamannya; me’nyumbang’kan seorang SUDJATMOKO sebagai Rektor PBB; me’mamer’kan seorang HABIBIE sebagai ahli pesawat terbang di Jerman; bahkan telah menempa pluralitas dan universalitas seorang BARACK OBAMA, presiden Amerika yang diidolakan hampir seluruh masyarakat dunia saat ini.
  • Negeri ini sekarang telah banyak mencetak JUARA-JUARA OLIMPIADE melalui tangan emas PROF JOHANNES SURYA (bagaimana dengan peran Pemerintah kita).

Kok ternyata kita BISA kalau kita MAU…

AYO… sudah saatnya kita BANGGA dengan INDONESIA…

Published in: on November 22, 2009 at 9:00 am  Comments (3)  
Tags: , , , , , , , ,

KASUS ORGANISASI

Konflik dalam Organisasi

Lembaga X adalah suatu lembaga penelitian dan pengembangan di negara Y (salah satu negara berkembang yang memiliki potensi sumber daya manusia terbesar di dunia) yang karena posisinya yang strategis saat ini sangat diharapkan perannya dalam melahirkan gagasan-gagasan atau penemuan-penemuan spektakuler yang bermanfaat bagi kemajuan negerinya. Atas instruksi presiden negara Y, Menteri yang terkait dengan lembaga tersebut beberapa bulan yang lalu telah menempatkan orang terbaiknya untuk memimpin lembaga X. Pemimpin yang baru tersebut telah menetapkan visi, misi dan budaya yang dianggap mampu mendorong perubahan ke arah perbaikan bagi lembaga tersebut. Meskipun lembaga ini telah memiliki SDM yang berkualitas baik dibidangnya namun dalam kenyataannya hingga saat ini perubahan yang diharapkan tidak kunjung terwujud karena dihadapkan pada berbagai masalah yang perlu ditangani secara serius agar peran dan harapan pemerintah negara Y terhadap lembaga ini dapat tercapai.

Beberapa masalah yang masih menghambat adalah :

  1. Masalah senioritas, dimana orang-orang yang telah memiliki masa kerja lama enggan dipimpin oleh orang muda yang notabene sebelumnya adalah yuniornya.
  2. Ada beberapa pegawai yang sangat ‘vokal’ dalam mengajukan kritik. Berdasarkan riwayat masa kerjanya, ia pernah berkonflik dengan siapapun yang menjadi atasannya.
  3. Motivasi kerja beberapa pegawai menurun, karena merasa sebentar lagi akan memasuki masa pensiun
  4. Ada ketidakpuasan kerja pada pegawai, karenapendapatan yang diterima kurang mencukupi.
  5. Sharing informasi antar unit kerja terhambat, karena tidak adanya kepercayaan atau ada kecurigaan informasi tertentu hanya akan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi dan bukan untuk kepentingan organisasi, sehingga hal ini menimbulkan konflik interpersonal yang kemudian menghambat kelancaran tugas-tugas organisasi.
  6. Rendahnya sebagian besar pegawai untuk memenuhi komitmen yang telah disepakati (pegawai hanya ‘lip service’ saja, padahal jelas-jelas tujuan komitmen tersebut adalah untuk kepentingan bersama organisasi.
  7. SOP (Standard Operating Procedure) yang ada tidak terlalu dihiraukan lagi, pegawai mengerjakan tugasnya seagaimana yang biasanya dilakukan sehari-hari saja.

Berbagai permasalahan di atas membuat Pemimpin baru ini masih bingung untuk memulai pembenahan dari mana dan dengan cara bagaimana.

Apabila anda ditunjuk oleh Pemimpin yang baru untuk menjadi Ketua Tim Pembenahan Organisasi Instansi X, langkah-langkah konkrit apa yang akan anda usulkan untuk dapat menyelesaikan masing-masing hambatan di atas secara komprehensif dan bagaimana urutan prioritas penyelesaiannya?

Published in: on November 21, 2009 at 6:44 pm  Leave a Comment  
Tags: , , , , , ,

ANDA GAGAL DALAM SELEKSI CPNS?

Reaksi Gagal Jadi CPNS

Anda gagal dalam seleksi penerimaan CPNS tahun ini, ikuti petunjuk-petunjuk atau tips berikut ini:

  1. Tariklah napas dalam-dalam lalu keluarkan secara perlahan-lahan, ketika mengetahui bahwa anda gagal atau tidak lolos dalam proses seleksi CPNS di suatu departemen atau instansi pemerintah lainnya. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari shock atau gangguan fisik lainnya akibat shock mental yang kemungkinan besar terjadi.
  2. Carilah posisi tempat yang membuat anda dapat merasa tenang dan stabil, misalnya mencari tempat duduk atau setidaknya bersandar pada dinding yang ada di sekitar anda.
  3. Carilah air (sebaiknya air mineral/aqua) yang bisa diminum agar kerongkongan yang kelu/kering akibat ketegangan dapat menjadi encer sehingga tidak mengganggu kelancaran pernapasan yang dapat menghambat penurunan ketegangan secara cepat.
  4. Setelah pernapasan anda menjadi tenang dan teratur, tanamkanlah dalam pikiran anda bahwa:
    1. Anda bukan satu-satunya orang yang telah gagal dalam proses seleksi tersebut.
    2. Anda sebetulnya memiliki potensi/kemampuan, tetapi selama ini masih kurang menunjukkan usaha maksimal.
    3. Kalaupun selama ini anda telah berusaha maksimal, tetapi dalam seleksi kali ini pelamar lain ternyata usahanya lebih baik.
    4. Kegagalan ini bukan akhir dari segalanya, masih ada kesempatan lain yang menunggu inisiatif anda untuk melamar kembali.
    5. Kemampuan yang anda miliki masih bisa berkembang lebih baik lagi dari kondisi saat ini.
    6. Bagaimana hidup anda sebenarnya lebih banyak ditentukan oleh diri anda sendiri.
    7. Anutlah prinsip bahwa setiap manusia itu unik yang masing-masing pasti memiliki kelebihan dan kelemahan, jadi anda pasti memiliki kelebihan-kelebihan dalam hal tertentu yang belum diketahui atau termanfaatkan.
    8. Mungkin saja anda memang tidak cocok menjadi PNS tapi justru lebih cocok menjadi non PNS (wirausahawan).
  5. JANGAN berpikir bahwa:
    1. Anda adalah orang yang paling bodoh di dunia
    2. Anda adalah orang yang paling malang/sial di dunia
    3. Kesempatan sudah tertutup (tidak ada lagi) bagi anda
    4. Hidup anda hanya ditentukan oleh orang lain
    5. Kemampuan anda sudah ‘mentok’ dan sudah tidak bisa dikembangkan lagi.
  6. Identifikasi hal-hal yang menjadi kelemahan anda selama ini sehingga anda belum berhasil, baik yang bersumber dari diri sendiri maupun yang merupakan hambatan dari luar diri (lingkungan).
  7. Rencanakan langkah-langkah untuk memperbaiki kelemahan anda, diusahakan yang sifatnya menantang namun masih realistis untuk dicapai, dengan tetap mengantisipasi hambatan-hambatan yang mungkin timbul.
  8. Laksanakanlah langkah-langkah yang anda telah rencanakan dan lakukan modifikasi apabila diperlukan.
  9. Berdoalah kepada Allah agar anda diberikan kemampuan dan semangat tinggi untuk mampu melaksanakannya serta dihindarkan/dilindungi dari hal-hal yang dapat menghambatnya.
  10. Berserah diri kepada Allah bahwa setelah kita berusaha maka apapun yang kelak terjadi pada kita itulah yang terbaik buat kita.

Selamat mencoba dan semoga sukses pada proses seleksi selanjutnya…

Gagal CPNS Jadi Boss

Published in: on November 20, 2009 at 6:37 am  Leave a Comment  
Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

ANGGOTA DPR YANG TERHORMAT…..

Gedung MPR-DPR yang Megah

YANG MEMBANGGAKAN :

  1. Merupakan wakil-wakil terpilih dari seluruh provinsi dari sebuah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia
  2. Merupakan wakil-wakil terpilih dari sebuah negara besar (Indonesia negara terluas ke-7 di dunia dan terbanyak penduduknya ke-5 di dunia)
  3. Dipilih secara langsung oleh rakyat di seluruh negeri (terlepas dengan cara apa dipilih)
  4. Apalagi lagi sih…

Pelantikan Anggota DPR

YANG MENGGELIKAN :

  1. Banyak artis, ganteng-ganteng… dan cantik-cantik…
  2. Ada pelawak… (Komar)
  3. Preman juga ada…
  4. Para pengusaha apalagi… terutama sekarang (karena suara terbanyak)
  5. Tempat ketemu jodoh (Aji & Angelina Sondakh)
  6. Apa lagi ya…

Potret Anggota DPR yang Memprihatinkan

YANG MEMPRIHATINKAN :

  1. Perilaku kekanakan (Gus Dur: “seperti anak TK)
  2. Skandal seksual (Max Moein, Yahya Zaini)
  3. Terjerat kasus korupsi (Al Amin, Amir Yusuf Faisal)
  4. Tingkat kehadiran sidang rendah
  5. Tukang ngantuk…
  6. Maunya dilayani kayak ‘raja’ aja…
  7. Menakutkan dan menyebalkan, bukannya disegani…
  8. Sok tahu, sok pinter… padahal payah dan perlu dukungan tenaga ahli
  9. Tukang ‘complaint’, suka menyalahkan orang lain, padahal dirinya sendiri yang salah atau tidak tahu informasi…
  10. Kurang sopan kalau menegur orang lain…
  11. Ternyata cukup banyak lho yang memiliki IQ terbatas…
  12. Apa lagi nih…
Published in: on November 17, 2009 at 4:17 am  Leave a Comment  
Tags: , , , , ,

SELEKSI CPNS

Seleksi CPNS

Ribuan Peserta Seleksi CPNS

APA MOTIVASI IKUT SELEKSI CPNS :

  1. Indeks Prestasi Akademis (IPK) memenuhi syarat (biasanya minimal 3.00)
  2. Disuruh orangtua atau calon mertua
  3. Meneruskan tradisi orangtua sebagai PNS
  4. Memiliki kebanggaan tersendiri di masyarakat (bukan perkotaan)
  5. Ada jaminan masa tua (uang pensiun)
  6. SK PNS bisa sebagai jaminan (agunan) peminjaman uang
  7. SK PNS bisa sebagai jaminan melamar kekasih dan ‘mas kawin’
  8. Tidak mampu bersaing dalam seleksi di perusahaan swasta
  9. Tidak berani atau tidak mau atau malas berwirausaha
  10. Terbiasa hidup enak
  11. Tidak memiliki ketrampilan berwirausaha
  12. Tidak memiliki modal uang untuk berwirausaha

KENAPA TIDAK IKUT SELEKSI CPNS :

  1. Indeks Prestasi Akademis kurang/rendah
  2. Tidak memenuhi persyaratan administratif
  3. Gajinya kecil sih…
  4. Kenaikan jenjang karir lama
  5. Pekerjaan PNS kurang menantang
  6. Merasa memiliki ketrampilan untuk mandiri
  7. Memiliki modal uang untuk berwirausaha
  8. Menginginkan kebebasan, tidak ingin terikat jam kerja
  9. Tidak mau diarahkan atau diatur orang lain

TANTANGAN/HARAPAN :

  1. Pemerintah mengharapkan agar minat penduduk Indonesia untuk menjadi PNS dapat terus dikurangi.
  2. Pemerintah mencanangkan untuk mencetak wirausahawan sebanyak sekitar 2% dari seluruh penduduk Indonesia.

KONDISI SAAT INI :

  1. Kita masih menyaksikan di berbagai departemen dan instansi/lembaga negara, penduduk Indonesia berduyun-duyun melamar sebagai PNS, padahal jumlah yang diterima sangat kecil (rasio yang melamar dan yang diterima sangat besar).
  2. Elit politik masih disibukkan oleh penanganan kasus korupsi yang belum terbayangkan kapan akan berakhir
  3. Maaf belum terdengar dan terlihat adanya pembukaan lapangan kerja baru secara besar-besaran yang signifikan (padat karya) baik dari proyek pemerintah maupun swasta sebagai perwujudan yang serius dari harapan dan tantangan yang dicanangkan pemerintah.

(Keprihatinan subyektif terhadap kondisi ketenagakerjaan kita)

Published in: on November 16, 2009 at 11:24 am  Leave a Comment  
Tags: , , , , , , ,

BIRO PSIKOLOGI DI INDONESIA

Psychology_logo_contest_by_ssj5goku28

Gnothi Seauton – Kenalilah Dirimu

BIRO PSIKOLOGI DI JAKARTA :

  • Ab Consultant
    Telp. 021-7992882.
  • Actual Consulting
    Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai No. 7A
    Pondok Kopi – Jakarta Timur 13460
    Telp/Fax: 021-86602971, 86615241.
    E-mail: actual_indonesia@yahoo.com;
    Website: http://www.actualconsulting.blogspot.com
  • Adhikara Consultant
  • ADP & Rekan
  • Aida Consultant
    Telp. 021-79192523.
  • Anaya Pratama
  • Anda
    Telp. 021-3917479.
  • Bakrie School of Management
    Telp. 021-5261448, 5263182, 5263183. 
  • Bina Kinerja
  • Bina Prana Bakti
  • Bina Sumber Daya Optima
    Telp. 021-79182838.
  • Binada Consulting
    Jl. Pemuda III No. 23 Rawamangun, Jakarta Timur,
    Telp. (021) 4756759, 08159439095.
  • Camar Indonesia
    Telp. 021-7994248, 7987365.
  • Citra Seruni Sejati
  • CLDI
  • DAS Consulting
  • Daya Dimensi Indonesia
    Telp. 021-5764455.
  • Daya Insani
    Telp. 021-3905694, 31907827.
  • Daya Makara UI
    Telp. 021-39842998.
  • Deswarita Eryanti & Rekan
  • Dual Sign Consultant
  • Dunamis
  • Dwikersatama Anugrah
  • Dwipayana
    Telp. 021-7817477.
  • Esa Narayasa
  • Essa Consulting
  • Essensi
  • Etos
  • Eva Barlianto & Rekan
  • Excellencia
    Telp. 021-7454733, 70518887, 70533867.
  • Expands Consultant
  • Experd
    Telp. 021-75906448.
  • Fak Psikologi Univ Atmajaya
  • Fak Psikologi Univ Indonesia
  • Fak Psikologi Univ Gunadarma
  • Fak Psikologi Univ Indonusa Esa Unggul
  • Fak Psikologi Univ Islam Negeri Jakarta
    Telp. 021-74714714.
  • Fak Psikologi Univ Mercu Buana
  • Fak Psikologi Univ Tarumanegara
  • Fak Psikologi Univ YAI
  • Fame Consultant
  • Fenomena
    Telp. 021-31934612, 31936068.
  • First Asia
    Telp. 021-5325757, 53677666.
  • Ghonatama
    Telp. 08159371538.
  • Hay Consultant
    Telp. 021-5747222.
  • Hewitt Consultant
  • Indocita Karya Global
    Telp. 021-79182853, 79180635.
  • Inline Consulting
  • Integral Consulting
    Telp. 021-87705254.
  • Integrita Quarta Cita
    Jl. Cinere Raya Blok NC No. 20, Bukit Cinere Indah, Cinere 16514.
    Telp : (021) 754 5273.
  • Integrity
    Telp. 021-8414443, 840397880.
  • Inti Data Consulting
    Alamat: Komplek Ruko Gading Kirana, Jl. Gading Kirana Timur IX Blok A 10 No 26, Kelapa Gading, DKI Jakarta
    Telp: 021 45840868
    Email: juliuspsi@gmail.com
    Email2 : julius@idc-psi.com
  • Iradat Konsultan
    Telp. 021-3900227, 28, 29.
  • Karim Business Consulting
  • Kasandra & Rekan
    Telp. 021-7392068.
  • Khairatanta
    Telp. 021-70722043, 70722053.
  • Kinerjatama
  • Lembaga Management FEUI
    Telp. 021-3907410, 3194142.
  • Lembaga Pelayanan Psikologi Ukrida
  • Lembaga Psikologi Terapan UI
    Telp. 021-3145078, 3908995, 3907408.
  • Lentera Consulting
  • LP2M UI
  • MCS Consultant
    Telp. 021-78883345.
  • Media Prima Consultant
  • Morison Fachda Consulting Firm
    Telp. 021-5700441.
  • Multi Talent Consulting
    Telp. 021-5668341.
  • Magna Penta Consultant
  • Mitra Niaga Cipta Solusi
  • MPC International
  • MPI Consultant
  • Netraco
  • Nurul Fikri
    Telp. 021-7975235.
  • Opus Management
    Telp. 021-72798620.
  • Pacific Rekanprima
    Telp. 021-7182647, 7198072.
  • People Development Agency
    Telp. 021-8314563, 8314567.
  • People Prime Consulting
  • Persodata
    Telp. 081310638955.
  • Pesona
  • Phenomena
  • PPKT Fak Psikologi Univ Pancasila
  • PPSDM Consultant
    Telp. 021-79181128.
  • Prakarsa Consulting
  • Prima Kompetensi
  • Psiko Kartika Buana
  • Psiko Utama
    Telp. 021-7654279, 7509702.
  • Quality Profesional Consulting
  • Reni Akbar Hawadi & Rekan
  • Sarlito & Rekan
    Telp. 021-7421168.
  • STM PPM
  • Selaras Consultant
  • Self Consulting
  • Sinergi Daya Insani
  • Sinergi Penta Esa
  • Sintesa Resourcing
    Telp. 021-3506555, 3504545, 3504555.
  • SJS & Rekan
  • SMART
  • Spectra Performa
    Telp. 021-7202991, 7202947.
  • Sumber Daya Mandiri Consultant
  • Surindo Utama
  • Talitakum Pelita Insani
    Telp. 021-7988943.
  • Tibies Sinergy Consultant
  • Traju Consultant
  • Tri Kharisma
  • Tribina Multi Karyatama
    Telp. 021-5733912.
  • UNiTy Areta Jayasri Consultant
    Jl. E UJung, Vila Arteri no. A6, Kebon Jeruk – Jakarta Barat.
    Telp. 021-53653550, Fax. 021-53653551
    Email. Hedy@unity-aretajayasri.com
  • USO Consulting
  • Value Consult
    Telp. 021-79198730, 79194462.
  • Watson Wyatt
    Telp. 021-5210469, 5210470.
  • Way-Out Consultant
    Telp. 021-7396939.

BIRO PSIKOLOGI DI DEPOK :

  • Eureka Consulting
    Mampang, Depok.16433.
    Email: contact@.eureka-consult.com
    Website: eureka-consult.com
    Telp.: (+6221) 93350290 (only by appointment)
  • Schema
    Pusat Asessmen Psikologi dan Pengembangan Kompetensi;
    Ruko Depok Maharaja blok A9 No.2 Pancoran Mas, Depok;
    Telp: 021-77883433 atau 08987252627;
    Cabang: Jl. Penjernihan I No 30 Benhil, Jakarta Pusat (Sekolah Bintang Bangsaku);
    Telp: 089 87 25 26 27 atau 021-571 95 25
  • Talenta Optima Education Center
    Layanan Konsultasi Psikologi dan Pusat Tumbuh Kembang Anak
    Jalan Juanda Ruko 1B, Depok, Jawa Barat
    (dekat Jl Margonda Raya, Depok)

BIRO PSIKOLOGI DI BOGOR :

  • Cipta Kharisma Insani
    Telp. 0251-8602626.
  • Propotenzia Consulting
    Telp. 02518346484.

BIRO PSIKOLOGI DI BEKASI :

  • Actual Consulting
    Telp. 021-86602971, 86615241.
  • Amor Inti Jaya Mandiri
    Telp. 021-8200222.
  • Binada Consulting
    Jl. Rawa Lumbu Tengah III G No. 113 Bekasi,
    Telp. (021) 8212801, 081382821666.
  • DM Sutresna Atmadja & Rekan
    DM Sutresna Atmadja & Rekan
    Jl. Bandung Blok D No. 577 Duren Jaya Bekasi Timur 17111
    Mobile : 0818 0646 9190
    Email : dmanadi@gmail.com

BIRO PSIKOLOGI DI TANGERANG-SERPONG :

  • Altruis
    Telp. 021-5383714.
  • Devasindo (PT. De Vanir Source Indonesia)
    Graha Devasindo, Jalan Pahlawan Seribu, Golden Madrid 2 Blok I25 dan H21
    BSD City, Tangerang – Banten 15322;
    Telp. 021-53164920, Fax. 021-53164921.
  • Experiencing Life Foundation (ELF)
    Jl. Boulevard Gading Serpong Blok AA 4 / 12 (Klinik Keluarga Sehat), Gading Serpong – Tangerang 15810
    Telp: (+62) 21 – 40 626 001 (Mon-Sat, 08.00 – 17.00)
    Email: ask@experiencing-life.com
    Website: http://www.experiencing-life.com
    Pelayanan: recruitment, counseling & psychotherapies, psychological assessment, psychological assistance.
  • D – Consultant
    Taman Ubud Cempaka Barat V / 16 Lippo Village
    Karawaci – Tangerang
    Contact Person : Desy Arianty – 0812 96 94 617

  • IM Consulting
    Telp. 021-53151809.
  • Swaparinama

BIRO PSIKOLOGI DI SERANG-CILEGON :

  • Insan Q
    Psychological Service Department & Commercial Event Department
    Office: Ruko Bonakarta Blok A No. 30, Cilegon, Banten.
    Telp: 0254-386720 ; Hotline: 08 212 44 88 437
    E-mail: insanqqq@gmail.com
    Website: http://www.insanq.com
  • Sigma Pro
    Telp. 0254-375346, 081380952774.
  • Sintesa
    Telp. 0254-9106284.

BIRO PSIKOLOGI DI BANDUNG :

  • Bina Potensia Indonesia
    Telp. 022-2018838, 2018840.
  • Buraq Consultant
    Jl. Arcamanik / Bumi Pasundan No. 27 Bandung 40195;
    Telp. 022-7812795–92298922; Fax: 022-7812795;
    E-mail: buraqconsultant@gmail.com
  • Dwipayana
    Telp. 022-2516933.
  • Empathy
  • Fak Psikologi Univ Islam Bandung
    Telp. 022-4205546.
  • Fak Psikologi Univ Kristen Maranatha
  • Fak Psikologi Univ Padjadjaran
  • Konsultan Manajemen & Psikologi Terapan
    Telp. 022-7568329.
  • Paramartha
  • Persona
    Telp. 022-7103720.
  • Pro-gnosis
  • Salman ITB
    JL. Ganesha No. 7 Gd. Kayu Lt. 1;
    Telp. (022) 92298922
    Bandung 40132.
  • Sinergi Analis
  • Swaparinama
    Telp. 022-2504919.

BIRO PSIKOLOGI DI CIREBON-KUNINGAN-MAJALENGKA :

  • Binaman Mitra Konsul Cirebon
    Konsultan Psikologi, Pendidikan dan Pengembangan SDM
    Jl. Pancuran utara I no 140 cirebon 45122
    Telp ( 0231 )246018 Fax ( 0231 ) 246018
    Surat Izin Praktek Psikologi : 11 / PS – K VIII /HIMPSI 2000
    No Anggota HIMPSI Jawa Barat : 021 8970 860
    Email : BINAMAN_mitrakonsul@yahoo.co.id & binaman.mitrakonsul@gmail.com
  • Cakrawala Consultant
    Email: cakrawala@gmail.com
    Telp.: (0233) 282595 – 081804096477
    Pelayanan: Psikologis anak atau dewasa, bidang industri, pendidikan ataupun perkembangan.
  • Dinamika GaMa
    Jln. Dr Cipto Mangunkusumo No 165 Cirebon
    Telp: 0231-9146989
    Layanan :
    * Konseling dan Terapi (anak-dewasa)
    * Tes Psikologi untuk siswa, mhs, karyawan, anak-dewasa
    * Pelatihan untuk siswa – karyawan (out door – in door)
    * Tes IQ skala Weschler
    * Talent Mapping
    * Asessment Center
    Email : herlina.s.dhewantara@gmail.com
  • Sancita (Pusat Psikologi Terapan)
    Jl. Afidik No. 12, Kuningan;
    Telp. 0232-8882971, 08157917337;
    Email: ppt.sancita@gmail.com

BIRO PSIKOLOGI DI YOGYAKARTA :

  • Delta  
  • Fak Psikologi Univ Gajahmada
  • Fak Psikologi Univ Islam Indonesia  
  • Fak Psikologi Univ Sanata Dharma
  • Pusat Psikologi Terapan Metamorfosa
    Jl. Raya Bantul KM 7, Jogjakarta;
    Telp. 0274-7422072, 081804052929;
    Email: ppt_metamorfosa@yahoo.com
  • Mitra Sejahtera
  • PRO-Humania STiPsi
  • Sejahtera

BIRO PSIKOLOGI DI SURABAYA :

  • Bina Grahita Mandiri  
  • Fak Psikologi Univ Airlangga
    Telp. 081230003884.
  • Persona Prima
    Jl. Ngagel Timur 7 Surabaya;
    Telpon: 031-5052690; Fax: 031-5053326.
  • Pro Solusi .. Your Partner In Development
    Jl. Ngagel Mulyo 8/38 Surabaya
    Telp/Fax : 031–504 75 17
    Mobile: 031–70 75 01 99 / 081 5505 16 22
    Email :prosolusi@telkom.net
  • Psychology Clinic
    Telp. 031-7312012.
  • Pusat Konsultasi dan Layanan Psikologi, Fak Psikologi Univ Surabaya
    Telp. 031-2981274.
  • Sinergi Optima
    Telp: 031-5023584;
    Website: http://www.sinergioptima.com.
  • Tjiptoning
    Telp. 031-7312012.

BIRO PSIKOLOGI DI MALANG :

  • PLP Fakultas Psikologi UMM  

BIRO PSIKOLOGI DI SEMARANG :

  • Analgya
  • Ekspresi
    Telp. 024-8419620.
  • Fak Psikologi Univ Diponegoro
  • Lembaga Psikologi Terapan Semarang

Alamat: Jl. Kaligarang 1 – 2 A Semarang 50237
Telp: (024) 8415530, 8317718, 70307990 fax (024) 8317718
Website: www,lembagapsikologiterapansemarang.blogspot.com

  • LPT Fak Psikologi Univ Kristen Soegiyapranata
    Telp. 024-3543566.

BIRO PSIKOLOGI DI SOLO (SURAKARTA) :

  • LPTCINDO
    Lembaga Psikologi Terapan Citra Indonesia
    Jl. Turisari 3A Solo 57139;
    Phone 0271 716096-7092393;
    E
    mail: lptcindo@yahoo.com;
    Website: http://www.lptcindo.com

BIRO PSIKOLOGI DI SALATIGA (JAWA TENGAH) :

BIRO PSIKOLOGI DI MEDAN :

  • Aliva Konsultan
  • Elviati Achmad
    Jln. Medan Binjai Km. 6.5 No. 274 D Medan
  • Fak Psikologi Univ Sumatra Utara  
  • Humanika
    Telp. 061-8223946, 085885116688.
  • Persona Cipta Mandiri
    Telp. 061-4556127, 4520119.
  • Psiko Utama
    Jl. Biduk No. 85 Medan;
    Telp: 061–4522085.

BIRO PSIKOLOGI DI PEKANBARU :

  • Indiena Solution:

Jl. Cempedak No 1, Marpoyan Damai, Kodya Pekanbaru, Riau 28125;
Telp: 0761-34047; Email: indiena_servise@yahoo.comirma_kusumasalim@yahoo.com;
CP:
Irma Kusuma Salim, M.Psi Psikolog (081365291181);
Blog: http://indienasolution.wordpress.com

  • Kharisma
  • ProPsychology Consultant Indonesia
    Jln. Paus Ujung No 9 A. (Disamping Toko Bangunan Platinum sentosa Jaya Ceramic)
    Telp: 0761-3010951, 3010954. HP. 0812 7027 7084
    Fax: 0761 861187
    Email: propsychology.pekanbaru@yahoo.com
  • Solusi:
    Jl. Mawar 22 C Lt 2, Duri – Riau;
    Telp: 081275130030 – 085281577361.
  • Swaparinama
    Telp. 0761-7077905.

BIRO PSIKOLOGI DI TANJUNG PINANG :

  • Poli Psikologi RSAL Dr. Midiyato Suratani
    RSAL Dr. Midiyato Suratani
    Jalan Ciptadi No. 1, Tanjungpinang, Propinsi Kepulauan Riau,
    Telp: 0771 – 21428/ 085264143444.
    Konsultasi individual dan kelompok dalam bidang pendidikan, industri, dan klinis.

BIRO PSIKOLOGI DI PADANG :

  • Adzkia
    Telp. 0751-27531, 081977588884
  • ProPsychology Consultant Indonesia :
    Jl. Sawahan No. 67A (Depan SPBU Sawahan) Padang Sumatera Barat;
    Telp. 0751-37171, 7808650, 7827450, 81363342875; Fax. 0751-30548;
    PIC Psikolog: PUJI ASEH, PSI

BIRO PSIKOLOGI DI JAMBI :

BIRO PSIKOLOGI DI PALEMBANG :

  • Magna Penta
    PT. Bintang Muda Sriwijaya
    Jl. Jend. Sudirman No. 98 D, Gedung Magna Penta Lantai 1-2, Palembang,
    Telp/Fax: 0711-354591.

BIRO PSIKOLOGI DI LAMPUNG :

BIRO PSIKOLOGI DI BATAM :

  • M & P Consultant
    Telp. 0778-413180

BIRO PSIKOLOGI DI BANJARMASIN :

  • Diva Roetji HR Consulting
    Jl. Veteran No. 31 Rt. 31
    Phone: 0511- 3269325 / 08164537770
    Banjarmasin – Kal-Sel
  • IMAJINER Talenta
    Jl. PM. Noor 9A. Simpang Empat – BANJARBARU
    Telp.: (0511) 478.1771 ; atau 0818.0568.5580
    Email: imajinertalenta@yahoo.co.id
    Banjarbaru – Kalimantan Selatan
  • Talenta Aditama
    Jl. Teluk Tiram Darat Antasan Raden, RT. 25. No 22, Banjarmasin 70113, Kalsel.
    Tep: 0511 – 7501211, 7466850; Fax 0511 – 4423922
    Mobile: 085249466065
    Email: talentaaditama@yahoo.com

BIRO PSIKOLOGI DI PONTIANAK :

  • Ghandur
    Telp. 0561-780504, 85822077920

BIRO PSIKOLOGI DI SAMARINDA :

  • Apotek Tanjung Batu
    Telp. 0541-7748900, 0811550103.
  • Layanan Psikologi Universitas Mulawarman
    Gedung Dekanat Fisipol Jl. Kuaro, Kampus Gunung Kelua, Samarinda;
    Telp: 0541-9155596/748662; Fax: 0541-743820;
    E-mail: lpu.samarinda@gmail.com
  • Perfecta Psyche

BIRO PSIKOLOGI DI BALIKPAPAN :

  • Karakter
    Jl. Blora RT 21 No. 56 Balikpapan 76113
    Telp.: 0542-410299 / 05429239651
    Fax.: 0542-732600
    Email : puji_karakter@yahoo.com

BIRO PSIKOLOGI DI MAKASSAR :

  • Dwipayana
    Jl. Sungai Saddang Baru A10/22B, BTN Timurama, Makassar;
    Telp. +62411 432 428.
  • Fak Psikologi Univ Hasanudin
  • Lembaga Marly
    Telp. 0411-841189, 0811443937.
  • Psikologi Excellent
    Ruko Bisnis Center III Panakukang; Jl. A.P. Petarani Blok C No. 16
    Makassar – Sulsel.
    Telp: 0411 438481;
    Cabang: Bone, Pare-Pare dan Bulukumba.
  • Psikologi Terapan AMI Veteran
    Jln. Nuri Baru No.1, Makassar
    Telp.0411-6033395, Hp. 082187185299
    Dra. Mariani L, Psi. SH. MH.

BIRO PSIKOLOGI DI MANADO :

  • Mitra Layanan Psikologi
    Jl. Eben Haezar II No. 13
    Kel. Malalayang II. Ling. II
    Manado – Sulawesi Utara 95263
    Telp.: 0812 1766 1971
    Website: http://www.tralapsikologi.com
    Penanggungjawab: Jansen R. Mawikere, M.Psi., Psikolog

BIRO PSIKOLOGI DI GORONTALO :

BIRO PSIKOLOGI DI BALI :

  • Bahagia
    Jl. Tunggul Ametung Gg. III A No. 9 – Denpasar
    Telp:
    0361-423.639; HP: 0811389417 (Dr. Brakas).

  • Bali Counseling Room
    dra. Emmy Agustina, Psikolog
    J
    ln. Bidadari IV no. 9X
    Seminyak – Kuta,
    Bali, Indonesia
    Telp.: +628383 11 900 88

  • Dasa Bratha/Darmasutapa
    Jl. Gatot Subroto I-58/B;
    Telp. 0361- 7421496, 8450187; Faks. 0361-8450188;
    Email: darmasutapa@ymail.com
  • Nirmala Kerti
    Telp. 0361-417112.
  • Pradnyagama
    Pusat: Jl. Tukad Batanghari No. 70 Renon – Denpasar 80000,
    Telp: 0361-7416491, Fax: 0361-720083;
    Cabang: Jl. Kapten Dipta No. 15 Br Sangging – Gianyar.
  • SMART Consulting – Lembaga Psikologi
    Jl. Gunung Sahyang No. 270 Denpasar
    Email: smartconsulting-dps@yahoo.co.id;
    CP:
     Indri: 081319864456, Aik: 081916430974.
  • Udayana
    Perumahan Unud No. 37, Menguntur – Batu Bulan;
    Telp: 08123672177 (Ibu Hilda)

CATATAN :

  1. Mohon informasi mengenai data biro psikologi yang belum tercantum dalam post ini.
  2. Mohon koreksi apabila ada kekeliruan dan/atau ketidaklengkapan data dalam post ini.
  3. Semoga post ini bermanfaat bagi kita semua yang membutuhkan.

Psychology (Banner)