OH… DERITA KARYAWAN OUTSOURCING

Oh… Derita Karyawan Outsourcing

Seorang istri terkejut bukan kepalang ketika suaminya di ujung telepon mengatakan bahwa ia baru saja kehilangan pekerjaannya. Perusahaan atau yayasan outsourcing pengelola keamanan tempatnya bekerja baru saja diputus kontraknya dan pada saat itu juga digantikan oleh perusahaan pengelola jasa keamanan lainnya. Perusahaan outsourcing tempat suaminya bekerja ternyata terbukti telah banyak melakukan pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan pada pasal-pasal yang tertera pada kontrak kerjasama dengan perusahaan yang memberikan pekerjaan pengelolaan jasa keamanan kepada mereka.

Sang istri tidak mau tahu alasan mengapa perusahaan tempat suaminya bekerja diputus kontraknya, yang ia pertanyakan adalah mengapa kok karyawan dengan mudah diberhentikan dari pekerjaannya padahal yang salah adalah perusahaan tempatnya bekerja. Selain itu, ia pun mempertanyakan kenapa suaminya yang tidak melakukan kesalahan diberhentikan tetapi tidak mendapatkan pesangon, uang pengabdian atau apapun namanya sebagai uang yang ia dan keluarganya butuhkan untuk makan, bayar kontrak rumah dan menyekolahkan 3 orang anaknya yang saat ini 2 orang bersekolah di SD. Dari mana ia akan mendapatkan uang untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Sang istri tidak habis pikir kenapa aturan yang ada kok begitu tidak menjamin kehidupan rakyat yang banyak masih miskin. Kalau tidak ada jaminan untuk orang yang bersalah itu sih masih wajar, pikirnya. Tapi untuk orang-orang yang tidak bersalah mestinya harus dijamin dong…. sungutnya.

Terbayang dalam pikiran sang istri, ia tidak tega meminta uang belanja kepada suaminya yang sedang sedih dan pusing karena menganggur. Apa pula alasan yang ia akan katakan kepada anak-anaknya yang meminta uang jajan setiap harinya. Bahkan terbayang sampai berapa bulan anak-anaknya malu karena sekolahnya menagih terus uang SPP yang kemungkinan tidak sanggup ia bayar. Bagaimana pula dampak mental dari anak-anaknya yang mengalami kenyataan ini. Terbayang pula ia harus gali lobang tutup lobang dengan meminjam uang kesana-kemari untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sungguh bayangan kehidupan yang pilu untuk dirasakan.

San istri hanya bisa berharap suaminya mendapatkan pekerjaan kembali, entah sebagai apa, bisa sebagai tukang ojek (karena masih punya motor yang baru saja lusan cicilannya), ikutan dengan saudaranya berjualan duku atau rambutan dipinggir jalan, menjadi buruh bangunan, burung panggul atau mengerjakan apa saja yang halal, bukan meminta-minta di pinggir jalan atau mencuri milik orang lain yang diharamkan dan tidak berkah buat keluarganya.

Sebenarnya sang istri berharap perusahaan outsourcing suaminya mendapatkan kembali pekerjaan pengelolaan keamanan di suatu perusahaan sehingga ia dapat hidup normal kembali. Namun setelah ia pikir-pikir, kalau hal itu terjadi maka akan ada sekian banyak istri-istri tenaga outsourcing lain yang akan mengalami nasib dan penderitaan yang sama dengan yang ia alami saat ini. Jadi apakah kondisi seperti ini hanya memindahkan kesengsaraan dari satu keluarga miskin ke keluarga miskin yang lain? Sungguh ia tidak ingin hal ini terjadi pada keluarga siapa pun, sungguh ini suatu dilemma… pikirnya.

Sang istri merenung sangat lama sebelum akhirnya ia memutuskan untuk mempasrahkan semuanya kepada Sang Pencipta untuk menentukan semuanya. Ia hanya bisa berdoa dan terus-menerus memberi semangat suaminya agar berusaha dan tidak putus asa untuk mencari pekerjaan untuk mendapatkan rezeki yang halal, soal hasilnya ia serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT yang maha pemberi rezeki, amin…

(Diinspirasi dari kejadian nyata)

The URI to TrackBack this entry is: https://hirzithariqi.wordpress.com/2010/02/03/oh-karyawan-outsourcing/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: