ETIKA vs ETIKET

 

Apakah etika sama dengan etiket? Ternyata tanpa kita sadari, kita masih sering kebingungan untuk membedakan antara etika dan etiket. Meskipun keduanya memiliki persamaan yaitu memberikan pedoman terhadap nilai-nilai yang berlaku di masyarakat, sesungguhnya etika dan etiket memilikii pengertian yang berbeda. Jika etika berkaitan dengan moral (mores), maka etiket berkaitan dengan nilai sopan santun atau tata krama dalam pergaulan formal.

Istilah etiket berasal dari kata etiquette (Perancis) yang bermula dari kartu undangan yang biasanya digunakan pada jaman kerajaan di Perancis ketika mengadakan pertemuan resmi, perta dan resepsi untuk kalangan bangsawan. Dalam perkembangannya, etiket menjadi suatu tata aturan sopan santun yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam bertingkah kita sebagai anggota masyarakat yang baik.

Menurut Kees Bertens dalam bukunya yang berjudul Etika, perbedaan antara etika dan etiket adalah:

  1. Etika adalah niat, apakah perbuatan itu boleh dilakukan atau tidak sesuai pertimbangan niat baik atau buruk sebagai akibatnya. Etiket merupakan tata cara melakukan perbuatan benar sesuai dengan yang diharapkan.
  2. Etika adalah hati nurani (batiniah), bagaimana harus bersikap etis dan baik yang sesungguhnya timbul dari kesadaran diri pribadi. Etiket adalah formalitas (lahiriah), tampak dari sikap luarnya penuh dengan sopan santun dan kebaikan.
  3. Etika bersifat absolut, artinya tidak dapat ditawar-tawar lagi, kalau perbuatan baik mendapat pujian dan perbuatan salah mendapat sanksi. Etiket bersifat relatif, yaitu perbuatan yang dianggap tidak sopan dalam suatu kebudayaan daerah tertentu, belum tentu dianggap sama di daerah lainnya.
  4. Etika berlakunya, tidak tergantung pada ada atau tidaknya orang lainyang hadir. Etiket hanya berlaku, jika ada orang lain yang hadir.

 

(Dikutip dari buku Manajemen Insan Sempurna, oleh Jen Z.A. Hans, PhD., DR. HM Syahrial Yusuf, dan DR. Hery Margono)

Published in: on February 5, 2010 at 12:12 pm  Leave a Comment  
Tags: , , , , ,

OH… DERITA KARYAWAN OUTSOURCING

Oh… Derita Karyawan Outsourcing

Seorang istri terkejut bukan kepalang ketika suaminya di ujung telepon mengatakan bahwa ia baru saja kehilangan pekerjaannya. Perusahaan atau yayasan outsourcing pengelola keamanan tempatnya bekerja baru saja diputus kontraknya dan pada saat itu juga digantikan oleh perusahaan pengelola jasa keamanan lainnya. Perusahaan outsourcing tempat suaminya bekerja ternyata terbukti telah banyak melakukan pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan pada pasal-pasal yang tertera pada kontrak kerjasama dengan perusahaan yang memberikan pekerjaan pengelolaan jasa keamanan kepada mereka.

Sang istri tidak mau tahu alasan mengapa perusahaan tempat suaminya bekerja diputus kontraknya, yang ia pertanyakan adalah mengapa kok karyawan dengan mudah diberhentikan dari pekerjaannya padahal yang salah adalah perusahaan tempatnya bekerja. Selain itu, ia pun mempertanyakan kenapa suaminya yang tidak melakukan kesalahan diberhentikan tetapi tidak mendapatkan pesangon, uang pengabdian atau apapun namanya sebagai uang yang ia dan keluarganya butuhkan untuk makan, bayar kontrak rumah dan menyekolahkan 3 orang anaknya yang saat ini 2 orang bersekolah di SD. Dari mana ia akan mendapatkan uang untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Sang istri tidak habis pikir kenapa aturan yang ada kok begitu tidak menjamin kehidupan rakyat yang banyak masih miskin. Kalau tidak ada jaminan untuk orang yang bersalah itu sih masih wajar, pikirnya. Tapi untuk orang-orang yang tidak bersalah mestinya harus dijamin dong…. sungutnya.

Terbayang dalam pikiran sang istri, ia tidak tega meminta uang belanja kepada suaminya yang sedang sedih dan pusing karena menganggur. Apa pula alasan yang ia akan katakan kepada anak-anaknya yang meminta uang jajan setiap harinya. Bahkan terbayang sampai berapa bulan anak-anaknya malu karena sekolahnya menagih terus uang SPP yang kemungkinan tidak sanggup ia bayar. Bagaimana pula dampak mental dari anak-anaknya yang mengalami kenyataan ini. Terbayang pula ia harus gali lobang tutup lobang dengan meminjam uang kesana-kemari untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sungguh bayangan kehidupan yang pilu untuk dirasakan.

San istri hanya bisa berharap suaminya mendapatkan pekerjaan kembali, entah sebagai apa, bisa sebagai tukang ojek (karena masih punya motor yang baru saja lusan cicilannya), ikutan dengan saudaranya berjualan duku atau rambutan dipinggir jalan, menjadi buruh bangunan, burung panggul atau mengerjakan apa saja yang halal, bukan meminta-minta di pinggir jalan atau mencuri milik orang lain yang diharamkan dan tidak berkah buat keluarganya.

Sebenarnya sang istri berharap perusahaan outsourcing suaminya mendapatkan kembali pekerjaan pengelolaan keamanan di suatu perusahaan sehingga ia dapat hidup normal kembali. Namun setelah ia pikir-pikir, kalau hal itu terjadi maka akan ada sekian banyak istri-istri tenaga outsourcing lain yang akan mengalami nasib dan penderitaan yang sama dengan yang ia alami saat ini. Jadi apakah kondisi seperti ini hanya memindahkan kesengsaraan dari satu keluarga miskin ke keluarga miskin yang lain? Sungguh ia tidak ingin hal ini terjadi pada keluarga siapa pun, sungguh ini suatu dilemma… pikirnya.

Sang istri merenung sangat lama sebelum akhirnya ia memutuskan untuk mempasrahkan semuanya kepada Sang Pencipta untuk menentukan semuanya. Ia hanya bisa berdoa dan terus-menerus memberi semangat suaminya agar berusaha dan tidak putus asa untuk mencari pekerjaan untuk mendapatkan rezeki yang halal, soal hasilnya ia serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT yang maha pemberi rezeki, amin…

(Diinspirasi dari kejadian nyata)

BERITA POLITIK… KOK AKU JENGAH YA…

Antasari Azhar diadukan (dijerat) ke Kepolisian

Pimpinan KPK diadukan (dijerat) ke Kepolisian

Komisi Yudisial melakukan Uji Materi

Presiden membentuk Komisi dipimpin Adnan Buyung Nasution

Memanggil Kapolri, Pimpinan KPK, dan lain-lain

DPR membentuk Pansus DPR mengusut kasus Century

Memanggil Robert Tantular, Sri Mulyani, Budiono, dan lain-lain

Mungkin nanti Sri Mulyani diadukan ke Kepolisian

Mungkin nanti Budiono diadukan ke Kepolisian

Bahkan mungkin juga nanti SBY diadukan ke Kepolisian

Eh.. Mantan Kabareskrim diadukan ke Kepolisian

Eh.. dia minta perlindungan Kepolisian

Jengah aku mendengarnya… melihatnya…

Meski aku tidak menginginkannya…

Media meramaikannya di headline mereka…

Media berpesta pora… tapi kok aku jengah ya…

Seharusnya berita- berita itu jangan di headline…

Gantikan dengan berita gembira buat rakyat banyak

Program pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat…

Program penciptaan lapangan kerja…

Program kesehatan bagi seluruh rakyat…

Program pendidikan yang terjangkau rakyat…

Program perumahan murah buat masyarakat miskin…

Itu saja baru program mengentaskan kemiskinan

Belum program mencerdaskan bangsa

Agar kita menjadi bangsa yang mampu bersaing

Bahkan unggul diantara bangsa-bangsa lain

Kuharap kejengahan ini bisa segera lenyap…

KENAPA SIH BANGSA KITA MASIH ‘SILAU’ DENGAN HAL-HAL YANG BER’BAU’ ASING?

Kenali dan Cintai Indonesia Kita

Beberapa gejala mengenai hal tersebut yang seringkali kita temukan dalam kehidupan sehari-hari :

  • Pimpinan perusahaan-perusahaan kita masih lebih percaya dengan tenaga ahli orang asing dibandingkan dengan tenaga ahli dari negara sendiri, padahal kemampuan mereka belum tentu lebih tinggi.
  • Pimpinan perusahaan-perusahaan kita rela membayar orang asing jauh lebih mahal berlipat kali dibandingkan dengan orang Indonesia sendiri (selain juga karena ada ketentuan upah minimal TKA).
  • Banyak anggota DPR kita rela meninggalkan rapat penting hanya sekedar untuk mendengarkan konsultan asing (yang sudah memiliki ‘record’ jelek di departemen) memaparkan ‘dagangan’nya yang belum tentu cocok dengan kebutuhan DPR dan negara kita.
  • Orangtua kita lebih senang dan bangga menyekolahkan anaknya ke luar negeri (meskipun kualitas sekolah/universitasnya tidak jelas ‘jelek’) dibanding di Indonesia meskipun telah diterima di Universitas terbaik (UI, ITB, Unpad atau UGM.
  • Ibu-ibu kita lebih menyukai dan ‘pede’ memakai produk (pakaian, sepatu, tas, dll) asing dibanding memakai produk lokal (sepatu Cibaduyut, tas Tajur, pakaian Tanah Abang, dll). Padahal kualitas produk-produk kita tersebut tidak kalah bagus bahkan banyak digemari oleh pengusaha-pengusaha/pedagang dari luar negeri .
  • Orang-orang kaya kita lebih percaya dengan dokter-dokter dari Singapura, Malaysia, Australia atau Jerman, padahal sudah banyak dokter-dokter dan rumah sakit di Indonesia yang sudah bagus dan disegani kolega-koleganya dari negara-negara lain.
  • Anak-anak kita lebih senang membaca buku, main video game dan menonton film Spiderman, Sincan, Naruto, Benten, dan lainnya, dibanding membaca buku-buku dan menonton film-film Anak-Anak Indonesia (memang sekarang ada, kalau dulu sih: Godam, Gundala, dll).
  • Bahkan PRT-PRT (juga Ibu-Ibu RT-nya) kita pada waktu lalu sempat sangat menggemari telenovela Maria Mercedes, Marimar, dan lainnya. Namun syukurlah saat ini mereka sudah menggemari sinetron lokal (Cinta Fitri, Cinta dan Anugrah) meskipun kita masih sulit menyensornya untuk kepentingan perkembangan anak-anak kita.
  • Penggemar sepakbola kita lebih suka menonton tayangan Liga Primer Inggris, LA Liga Spanyol, Liga Italia, Bundes Liga Jerman atau Eresdivisi Liga Belanda, dibandingkan menyaksikan tayangan Liga Indonesia (yang memang penampilan dan prestasinya jelek, selain ‘prestasi’ berkelahi atau mengejar-ngejar wasit).

Kita masih seringkali TIDAK MENYADARI atau LUPA bahwa :

  • Negeri ini pernah memiliki seorang GAJAHMADA pemersatu Nusantara nan luas; melahirkan seorang SUKARNO seorang pemberani penentang Amerika negara adikuasa di jamannya; me’nyumbang’kan seorang SUDJATMOKO sebagai Rektor PBB; me’mamer’kan seorang HABIBIE sebagai ahli pesawat terbang di Jerman; bahkan telah menempa pluralitas dan universalitas seorang BARACK OBAMA, presiden Amerika yang diidolakan hampir seluruh masyarakat dunia saat ini.
  • Negeri ini sekarang telah banyak mencetak JUARA-JUARA OLIMPIADE melalui tangan emas PROF JOHANNES SURYA (bagaimana dengan peran Pemerintah kita).

Kok ternyata kita BISA kalau kita MAU…

AYO… sudah saatnya kita BANGGA dengan INDONESIA…

Published in: on November 22, 2009 at 9:00 am  Comments (3)  
Tags: , , , , , , , ,

ANDA GAGAL DALAM SELEKSI CPNS?

Reaksi Gagal Jadi CPNS

Anda gagal dalam seleksi penerimaan CPNS tahun ini, ikuti petunjuk-petunjuk atau tips berikut ini:

  1. Tariklah napas dalam-dalam lalu keluarkan secara perlahan-lahan, ketika mengetahui bahwa anda gagal atau tidak lolos dalam proses seleksi CPNS di suatu departemen atau instansi pemerintah lainnya. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari shock atau gangguan fisik lainnya akibat shock mental yang kemungkinan besar terjadi.
  2. Carilah posisi tempat yang membuat anda dapat merasa tenang dan stabil, misalnya mencari tempat duduk atau setidaknya bersandar pada dinding yang ada di sekitar anda.
  3. Carilah air (sebaiknya air mineral/aqua) yang bisa diminum agar kerongkongan yang kelu/kering akibat ketegangan dapat menjadi encer sehingga tidak mengganggu kelancaran pernapasan yang dapat menghambat penurunan ketegangan secara cepat.
  4. Setelah pernapasan anda menjadi tenang dan teratur, tanamkanlah dalam pikiran anda bahwa:
    1. Anda bukan satu-satunya orang yang telah gagal dalam proses seleksi tersebut.
    2. Anda sebetulnya memiliki potensi/kemampuan, tetapi selama ini masih kurang menunjukkan usaha maksimal.
    3. Kalaupun selama ini anda telah berusaha maksimal, tetapi dalam seleksi kali ini pelamar lain ternyata usahanya lebih baik.
    4. Kegagalan ini bukan akhir dari segalanya, masih ada kesempatan lain yang menunggu inisiatif anda untuk melamar kembali.
    5. Kemampuan yang anda miliki masih bisa berkembang lebih baik lagi dari kondisi saat ini.
    6. Bagaimana hidup anda sebenarnya lebih banyak ditentukan oleh diri anda sendiri.
    7. Anutlah prinsip bahwa setiap manusia itu unik yang masing-masing pasti memiliki kelebihan dan kelemahan, jadi anda pasti memiliki kelebihan-kelebihan dalam hal tertentu yang belum diketahui atau termanfaatkan.
    8. Mungkin saja anda memang tidak cocok menjadi PNS tapi justru lebih cocok menjadi non PNS (wirausahawan).
  5. JANGAN berpikir bahwa:
    1. Anda adalah orang yang paling bodoh di dunia
    2. Anda adalah orang yang paling malang/sial di dunia
    3. Kesempatan sudah tertutup (tidak ada lagi) bagi anda
    4. Hidup anda hanya ditentukan oleh orang lain
    5. Kemampuan anda sudah ‘mentok’ dan sudah tidak bisa dikembangkan lagi.
  6. Identifikasi hal-hal yang menjadi kelemahan anda selama ini sehingga anda belum berhasil, baik yang bersumber dari diri sendiri maupun yang merupakan hambatan dari luar diri (lingkungan).
  7. Rencanakan langkah-langkah untuk memperbaiki kelemahan anda, diusahakan yang sifatnya menantang namun masih realistis untuk dicapai, dengan tetap mengantisipasi hambatan-hambatan yang mungkin timbul.
  8. Laksanakanlah langkah-langkah yang anda telah rencanakan dan lakukan modifikasi apabila diperlukan.
  9. Berdoalah kepada Allah agar anda diberikan kemampuan dan semangat tinggi untuk mampu melaksanakannya serta dihindarkan/dilindungi dari hal-hal yang dapat menghambatnya.
  10. Berserah diri kepada Allah bahwa setelah kita berusaha maka apapun yang kelak terjadi pada kita itulah yang terbaik buat kita.

Selamat mencoba dan semoga sukses pada proses seleksi selanjutnya…

Gagal CPNS Jadi Boss

Published in: on November 20, 2009 at 6:37 am  Leave a Comment  
Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

ANGGOTA DPR YANG TERHORMAT…..

Gedung MPR-DPR yang Megah

YANG MEMBANGGAKAN :

  1. Merupakan wakil-wakil terpilih dari seluruh provinsi dari sebuah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia
  2. Merupakan wakil-wakil terpilih dari sebuah negara besar (Indonesia negara terluas ke-7 di dunia dan terbanyak penduduknya ke-5 di dunia)
  3. Dipilih secara langsung oleh rakyat di seluruh negeri (terlepas dengan cara apa dipilih)
  4. Apalagi lagi sih…

Pelantikan Anggota DPR

YANG MENGGELIKAN :

  1. Banyak artis, ganteng-ganteng… dan cantik-cantik…
  2. Ada pelawak… (Komar)
  3. Preman juga ada…
  4. Para pengusaha apalagi… terutama sekarang (karena suara terbanyak)
  5. Tempat ketemu jodoh (Aji & Angelina Sondakh)
  6. Apa lagi ya…

Potret Anggota DPR yang Memprihatinkan

YANG MEMPRIHATINKAN :

  1. Perilaku kekanakan (Gus Dur: “seperti anak TK)
  2. Skandal seksual (Max Moein, Yahya Zaini)
  3. Terjerat kasus korupsi (Al Amin, Amir Yusuf Faisal)
  4. Tingkat kehadiran sidang rendah
  5. Tukang ngantuk…
  6. Maunya dilayani kayak ‘raja’ aja…
  7. Menakutkan dan menyebalkan, bukannya disegani…
  8. Sok tahu, sok pinter… padahal payah dan perlu dukungan tenaga ahli
  9. Tukang ‘complaint’, suka menyalahkan orang lain, padahal dirinya sendiri yang salah atau tidak tahu informasi…
  10. Kurang sopan kalau menegur orang lain…
  11. Ternyata cukup banyak lho yang memiliki IQ terbatas…
  12. Apa lagi nih…
Published in: on November 17, 2009 at 4:17 am  Leave a Comment  
Tags: , , , , ,

SELEKSI CPNS

Seleksi CPNS

Ribuan Peserta Seleksi CPNS

APA MOTIVASI IKUT SELEKSI CPNS :

  1. Indeks Prestasi Akademis (IPK) memenuhi syarat (biasanya minimal 3.00)
  2. Disuruh orangtua atau calon mertua
  3. Meneruskan tradisi orangtua sebagai PNS
  4. Memiliki kebanggaan tersendiri di masyarakat (bukan perkotaan)
  5. Ada jaminan masa tua (uang pensiun)
  6. SK PNS bisa sebagai jaminan (agunan) peminjaman uang
  7. SK PNS bisa sebagai jaminan melamar kekasih dan ‘mas kawin’
  8. Tidak mampu bersaing dalam seleksi di perusahaan swasta
  9. Tidak berani atau tidak mau atau malas berwirausaha
  10. Terbiasa hidup enak
  11. Tidak memiliki ketrampilan berwirausaha
  12. Tidak memiliki modal uang untuk berwirausaha

KENAPA TIDAK IKUT SELEKSI CPNS :

  1. Indeks Prestasi Akademis kurang/rendah
  2. Tidak memenuhi persyaratan administratif
  3. Gajinya kecil sih…
  4. Kenaikan jenjang karir lama
  5. Pekerjaan PNS kurang menantang
  6. Merasa memiliki ketrampilan untuk mandiri
  7. Memiliki modal uang untuk berwirausaha
  8. Menginginkan kebebasan, tidak ingin terikat jam kerja
  9. Tidak mau diarahkan atau diatur orang lain

TANTANGAN/HARAPAN :

  1. Pemerintah mengharapkan agar minat penduduk Indonesia untuk menjadi PNS dapat terus dikurangi.
  2. Pemerintah mencanangkan untuk mencetak wirausahawan sebanyak sekitar 2% dari seluruh penduduk Indonesia.

KONDISI SAAT INI :

  1. Kita masih menyaksikan di berbagai departemen dan instansi/lembaga negara, penduduk Indonesia berduyun-duyun melamar sebagai PNS, padahal jumlah yang diterima sangat kecil (rasio yang melamar dan yang diterima sangat besar).
  2. Elit politik masih disibukkan oleh penanganan kasus korupsi yang belum terbayangkan kapan akan berakhir
  3. Maaf belum terdengar dan terlihat adanya pembukaan lapangan kerja baru secara besar-besaran yang signifikan (padat karya) baik dari proyek pemerintah maupun swasta sebagai perwujudan yang serius dari harapan dan tantangan yang dicanangkan pemerintah.

(Keprihatinan subyektif terhadap kondisi ketenagakerjaan kita)

Published in: on November 16, 2009 at 11:24 am  Leave a Comment  
Tags: , , , , , , ,

AYAH…

Ayah
Ayah Tercinta

ENGKAU MENDERITA AYAH

Engkau menderita, tak berdaya

Pandangan hampa, haru dan muram …

Engkau membuatku serba pesimistis

Namun kadang engkau keras bagai baja

Aku patuh yang menjengkelkan

Aku tak habis mengerti juga Ayah …

BUAT AYAH TERCINTA

Sesungguhnya orang yang mati di jalan Allah itu tidak mati,

tetapi tetap hidup di sisi Allah

Kita menunggu gilirannya dan akan kembali kepada Allah

Ayah …

Engkau pasti tahu apa yang aku rasakan

Dan apa yang aku pikirkan tentang engkau

Aku ingin menjadi anak yang shaleh

Jaminan ketenangan engkau di sana

Walau telah seratus hari engkau pergi

Semoga jalanmu semakin terang Ayah …

(Coretan 1984-1985)

Published in: on November 7, 2009 at 10:21 am  Comments (1)  
Tags: , , , , ,

CORETAN 1984-1985

Menyusuri Masa Lalu

Menyusuri Masa Lalu

SELAMAT TINGGAL

Selamat tinggal Ancol, taman impian

Aku kan berangkat ke TMII

Melalui Taman Ismail Marzuki

Walau kereta belum jua berangkat

Tapi peluit telah berbunyi

Jiwaku telah siap berangkat

Mantap laju keretaku, kelak

Sesekali dengan pekik keoptimisan

Tak ada yang mampu menghalangiku

Bagi keangkuhan

Sebuah titik merupakan kehancuran

Manusia dina akan hancur

MEMATUNG

Dunia sempit

Kusut, kusam, huh …

Aku tetap mematung

Padahal berjuta orang telah berlalu

Di hadapanku

DIMANA TEMPATKU

Antara ambisi besarku dan kemampuan

Antara gadis-gadis yang riang dan gadis-gadis yang berbusana muslimah

Antara makan di kantin dan kepala pusing menahan lapar

Antara membeli buku referensi buku asli dan fotokopi lima belas perak

Antara kuliah naik mobil dan gemetarnya lutut menunggu bus 210

Antara riuhnya gelak tawa dan kesendirian yang menikam diri

Antara alunan musik dan detak-detak bola pingpong di Lobby

Antara berorganisasi di SM dan mata kuyu badan bungkuk karena belajar

Antara seorang manajer personalia dan seorang guru bimbingan penyuluhan

Antara kelembutan cinta dan tegarnya hati

Antara mesjid dan mushala kampus

Terakhir inilah barangkali tempatku

DIPOMPA

Balon kehidupan ini perlu dipompa dengan suasana riang

Wajah-wajah riang adalah sebagian dari wajah surga

BUAT AYAH TERCINTA

Sesungguhnya orang yang mati di jalan Allah itu tidak mati,

tetapi tetap hidup di sisi Allah

Kita menunggu gilirannya dan akan kembali kepada Allah

Bapak …

Engkau pasti tahu apa yang aku rasakan

Dan apa yang aku pikirkan tentang engkau

Aku ingin menjadi anak yang shaleh

Jaminan ketenangan engkau di sana

Walau telah seratus hari engkau pergi

Semoga jalanmu semakin terang Bapak …

IKHLAS

Tuhan kami, Allah yang kuasa

Meski duka menyuruk di perpisahan

Namun ikhlas jua hati kami

Atas segala taqdir dan qadarMu

Terimalah kembali

Berilah tempat yang terbaik, dan …

Ampuni segala khilaf Ayahanda kami

Semasa hidup bersisian dengan kami

Sesungguhnya Engkau Allah ya Karim

Maha bijak dalam segala kehendak

MASIH KECEWA

Semacam kekecewaan

Panas merayapi dadaku

Kerut dahiku mulai terasa menaik

Kutahan ekspresiku tetap stabil

Itulah nyatanya jiwaku

Belum mengerti permasalahan

Harusnya aku sudah pasrah

Bila ia bisa bahagia

Bahagia menurut versinya

Aku tidak boleh jatuh

Jatuh berarti akan luka

Tetapi aku harus

Pasrah–tenang–sabar

Pasrah – tenang – sabar

P a s r a h – t e n a n g – s a b a r

Sssssssaaaaaaabbbbbbbaaaaaaarrrrrrr

KAPAN BERUBAH

Ooooouuuuuh……

Sebel sekali aku

Kok jadi begini

Kapan sih ada perubahan pada sikapku

Padahal sudah 21 tahun berlalu

Tanpa tokoh ayah

LEMAH

Kamu itu kecil dan lemah

Bila Dia beri malapetaka

Terkadang kamu frustrasi

Kamu hanya sebagai hamba yang diutus

Terlalu lemah mengusir frustrasi

Kecuali kamu laporkan kepada pemilikMu

Pemilik dari segala pemilik

INGIN DEWASA

Oh kedewasaan…

Oh kebahagiaan…

Oh kesungguhan…

Sambutlah dan rangkulah daku

Terimalah aku

Padukan dalam diriku

Sehingga aku menjadi dewasa

KENANGAN DUA TAHUN LALU

Tak ingin kuangankan menggapai awan

Walaupun angin bertiup tak tentu arah

Aku tak ingin tercampak

Kenangan masa lalu itu membuatku haru

Dan sekaligus menggelikan

Aku terkenang 29 Desember dua tahun lalu

ENGKAU MENDERITA AYAH

Engkau menderita, tak berdaya

Pandangan hampa, haru dan muram …

Engkau membuatku serba pesimistis

Namun kadang engkau keras bagai baja

Aku patuh yang menjengkelkan

Aku tak habis mengerti juga Ayah …

GADIS DAN SENYUMNYA

Gadis itu tersenyum

Berlari ke pantai tinggalkan jejak di pasir

dan kaki indah di pelupuk mata

Ah… deburan ombak menghalangi pandangan

Akan kulihat dengan keker

Wow… riangnya gadis itu

Hmm… seksinya dia dengan gayanya itu

Hei… kau jangan ganggu aku kawan

Apa… aku kehabisan sarapan pagi

Ah… rasanya sudah kenyang kok

Kulihat pemandangan indah ini dulu

Hah… kemana gadis itu

Nah ini dia… eh… kok kembali ke pantai

Sudah capek barangkali dia

Lho… kok menuju kemari

(kulepas keker) Amboi begitu indah…

tak terlukiskan tubuhnya dari dekat

Hai… dia menyapa sambil tersenyum

Hmm… apa ini, dia duduk di sampingku

Lho kok jadi begini…

Aku harus bagaimana nih…

KERIAAN DARI ANYER

Keraguan selalu muncul di mana-mana

Sepi juga kutemui di mana-mana

Shalat jumat pun belum mampu membawaku

Pada keriaan yang kudamba

Pantai Anyer nan jauh di sana

Kau goreskan keriaan dan kenangan

Tak terlupakan itu

Terima kasih padamu Anyer

INGIN KEMBALI BEBAS

Aku tak ingin kehilangan dia, dan

Aku tak ingin mencintai dia

Aku ingin hubunganku tetap seperti sekarang, bersahabat

Kubunuh cintaku padanya

Kubiarkan lalu kubunuh lagi

Rasionalisasi demi rasionalisasi

Gejolak ini membuatku lelah

Hubungan ini terancam punah

Sebuah batu besar ada diantara kami

Aku gusar, semangatku goyah

Senyum gadis yang pernah kulupa

Menyejukkan hati yang panas

Hatiku kembali kokoh dan tegar

RESAH

Mataku tak percaya

Badanku dilanda demam

Kepalaku ikut berputar

Pikiranku melayang-layang

Dalam tidur yang resah

Akibat pengakuan yang tidak sah

(Jakarta, 1984)

CICAK vs BUAYA (KPK vs POLISI-JAKSA)

cicak

Cicak yang Lemah

buaya

Buaya yang Ganas

CICAK vs BUAYA

Cicak – House-Lizard

Cicak – Hemidactylus Frenatus

Cicak Cicak di Dinding…

Permen ‘Cicek’…

versus

Buaya – Crocodile

Buaya – Crocodilus Porosus

Buaya Jolong-Jolong (Tomistona Sehlegeli) : moncong panjang, lancip

Buaya Katak: gemuk dan pendek

Buaya Pandan: kulitnya berwarna hijau dan berukir-ukir

Buaya Tembaga: kulitnya kekuning-kuningan seperti tembaga

Buaya Darat: penjahat; penggemar perempuan (lover of girls)

Buaya Pasar: tukang copet  (pickpocket)

Airmata Buaya…

Sura’buaya’…

Mem-BUAYA: menyerupai buaya, merangkak, menjadi penjahat, mengganggu perempuan (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Mem-BUAYAI: menipu, memperdaya, menggertak, menakut-nakuti (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

BUAYA adalah POLISI-JAKSA

Jadi POLISI-JAKSA adalah….. (subhanallah…)

(Pesan untuk pelontar istilah “cicak vs buaya)

Published in: on November 5, 2009 at 3:16 am  Leave a Comment  
Tags: , , , , , , , , , ,