MASJID AS-SULTHON CILEGON

Masjid As-Sulthon Cilegon

Mesjid dengan arsitektur yang cukup menarik ini terletak di Kawasan Industri Cilegon tepatnya di areal PT. Krakatau Daya Listrik (KDL), salah satu anak perusahaan PT. Krakatau Steel. Lokasi mesjid ini dekat dengan pantai Anyer yang indah. Selain memiliki taman yang luas dan asri serta tempat wudlu yang banyak, mesjid ini juga dilengkapi dengan Air Conditioner (AC) yang berfungsi baik sehingga terasa nyaman ketika para jamaah sholat di mesjid ini meskipun suhu di luar terasa panas dan terik. Meskipun arsitekturnya berbeda, mesjid seperti ini mengingatkan kita dengan banyak mesjid-mesjid sejenis yang ada di Mekkah, Madinah, Jeddah dan sekitarnya atau mungkin juga di tempat-tempat lain yang pernah Anda singgahi.

(Cilegon, 22 Desember 2009)

KLASIFIKASI IQ

Taraf / Klasifikasi Intelligence Quotient (IQ)

Klasifikasi Skala Weschler

  • 128 ke-atas : Very Superior
  • 120-127 : Superior
  • 111-119 : Bright Normal (High Average)
  • 91-110 : Average
  • 80-90 : Dul Normal (Low Average)
  • 66-79 : Borderline-Defective
  • 65 ke-bawah : Mentally Defective

Klasifikasi Skala Stanford-Binet

  • 140-169 : Very Superior
  • 120-139 : Superior
  • 110-119 : Bright Normal (High Average)
  • 90-1109 : Average (Rata-Rata)
  • 80-89 : Dul Normal (Low Average)
  • 70-79 : Borderline-Defective

Sumber:

David Weschler. The Measurement of Adult Intelligence, 3rd Ed. Baltimore: The Williams & Wilkins, 1944, p 190. Lewis M. Terman & Maud A. Merrill.

Stanford-Binet Intelligence-Scale. manual for The Third Revision Form L-M. Boston: Houghton-Mifflin, 1973, p 18. American Psychiatric Association. Diagnostic and Statistical Manual (DSM). 2nd Ed. Washington, D.C. APA, 1968, p 14.

Published in: on December 23, 2009 at 5:27 am  Comments (1)  
Tags: , , , , , , , , ,

TADI SUDAH DIBAYAR SAMA TANTENYA !!!

Seperti biasanya di akhir minggu, kalau suamiku sibuk pekerjaan atau sedang berada di luar kota, aku mengajak anak gadisku yang menginjak remaja (kelas 1 SMA) untuk jalan-jalan dan kadang sekalian makan sian atau malam di mal-mal tertentu. Suatu ketika aku dan anak gadisku makan malam di restaurant tertentu di bilangan Jakarta Selatan. Setelah mengorder makanan kesukaan kami masing-masing, karena biasanya yang itu-itu juga karena khawatir tidak cocok dengan menu baru atau yang lainnya, kami mengobrol apa saja terutama soal sekolah dan teman-temannya. Setelah makanan disajikan pun kami kembali meneruskan obrolan-obrolan tadi. Aku memang berusaha dan membiasakan menjadi teman bagi anakku, tentunya supaya ia tidak merasa canggung, akrab dan mau mengutarakan apa saja yang dirasakan dan dialaminya kepadaku sehingga aku dapat membantunya mengatasi problem masa remajanya secara maksimal. Kami berdua memang layaknya sudah seperti teman akrab saja. Ketika aku sudah selesai makan dan anakku hampir selesai makan, aku menitipkan uang kepada anakku secukupnya untuk membayar makanan sementara aku pergi dulu ke toilet karena sudah kebelet BAK. Ketika menuju toilet dan mendekati Kasir, aku berubah pikiran untuk membayar dulu saja daripada nanti anakku repot dan lama juga biar kami bisa cepat segera pulang atau melihat-lihat yang lain lagi. Setelah membayar akupun masuk ke toilet perempuan. Setelah beberapa lama di dalam toilet maka akupun bergegas keluar, namun di kejauhan kulihat anakku sedang berbicara dengan mbak di Kasir. Aku pun segera memberi isyarat bahwa aku sudah membayar makanannya. Anakku pun segera berlari menghampiriku sambil antusias berkata: “Bu.. mbak itu bilang, makanan kamu sudah dibayar sama tante kamu yang baju coklat…!” Aku pun tertawa ngakak sekaligus senang dibilang tantenya anakku, karena pasti dia menganggap aku masih muda padahal usiaku sudah 43 tahun sementara anakku sudah 16 tahun lebih. “Aku sebel ibu dibilang tante aku” kata anakku lagi. Anakku memang tidak suka kalau ada orang lain yang mengatakan bahwa ibunya masih muda. Alhamdulillah aku dianugerahi penampilan atau wajah yang lebih muda daripada usiaku.

(Benarkah aku terlihat lebih muda)

Published in: on December 20, 2009 at 7:46 am  Leave a Comment  
Tags: , ,

VISION

“Vision is the art of seeing things invisible”

Visi adalah seni melihat sesuatu yang belum terwujud

(Anonim)

Published in: on December 15, 2009 at 1:05 pm  Leave a Comment  
Tags: , , , ,

PERFECTION

“Practice makes perfect”

Pengalaman menghasilkan kesempurnaan

(Anonim)

Published in: on December 15, 2009 at 8:30 am  Leave a Comment  
Tags: , , , , ,

CHALLENGE

“A leader is one who dares to take the plunge, while others hesistates”.

Seorang pemimpin adalah orang yang terus berusaha naik, sementara orang lain menyerah.

(Anonim)

Published in: on December 15, 2009 at 7:39 am  Leave a Comment  
Tags: , , , , ,

GOALS

“The higher the goals, the harder the climb the sweeter the rewards”.

Pencapaian sesuai rintangan akan menciptakan hasil yang maksimal.

(Anonim)

Published in: on December 15, 2009 at 6:43 am  Leave a Comment  
Tags: , , , ,

FAMILY

“A happy life start from a harmonious family”.

Awal kehidupan yang harmonis dimulai dari keluarga yang bahagia.

(Anonim)

Published in: on December 15, 2009 at 6:33 am  Leave a Comment  
Tags: , , ,

TEAMWORK

“Teamwork is tha catalys that yields excellence from shared strengths”.

Kerjasama adalah perubahan yang menghasilkan kesempurnaan dari saling menguatkan satu dengan yang lainnya.

(Anonim)

Published in: on December 15, 2009 at 6:23 am  Leave a Comment  
Tags: , , , ,

KULIAH DI SEMESTER BERAPA?

KULIAH DI SEMESTER BERAPA?

Pada tahun 2003 ketika aku sedang sibuk-sibuknya mengerjakan tesis S2 di di salah satu universitas terkenal di Depok, aku pernah mengalami kejadian yang menggelikan sekaligus mengherankan buatku. Suatu hari ketika sedang duduk di atas KRL (Kereta Rel Listrik) jurusan Depok-Jatinegara, tiba-tiba pemuda yang sedari tadi memperhatikanku menegur dengan mengatakan “kuliah di semester berapa?”. Karena kulihat pemuda itu lebih muda usianya dariku, maka aku untuk sedikit memepermainkannya dengan mencoba balik bertanya “menurut mas kira-kira  semester berapa?”. Sambil agak mengernyitkan dahinya ia coba-coba menerka dengan mengatakan “yah… kira-kira semester 3 lah…”. Dengan agak terkejut bercampur bangga karena kok aku dibilang lebih muda dari usiaku, aku sengaja tidak mengiyakan maupun menyanggahnya tapi malah meneruskan bertanya “kalo mas semester berapa sekarang?”.  Dia dengan enteng menjawab “saya sedang membuat skripsi…”. aku langsung mengomentari “Wah hebat mas sudah mau lulus…”. Dia mencoba memberi harapan kepadaku dengan mengatakan “nanti juga kamu akan seperti aku harus buat skripsi, emang betul kamu sekarang semester 3?” Sambil memandangnya dan mencoba berpikir apa yang harus aku katakan, akhirnya aku berterus terang bahwa aku sekarang sedang membuat tesis S2 dan usiaku sekarang sudah 37 tahun jauh lebih tua darinya. Setengah terperangah dengan agak terbata-bata ia bilang “oh gitu ya mbak… maaf ya mbak… saya pikir mbak lebih muda dari saya…” Ia lebih terperangah lagi ketika aku ceritakan bahwa aku telah menikah dan memiliki 2 orang anak yang sudah besar. Aku pun tidak putus-putus herannya, apakah benar kebanyakan orang melihatku lebih muda dari usiaku yang sebenarnya… Alhamdulillah kalau begitu, semoga hal ini bisa menyenangkan orang lain yang melihatnya.

(Benarkah Aku Terlihat Lebih Muda)

Published in: on December 12, 2009 at 5:55 pm  Leave a Comment  
Tags: , , , ,