MASJID AS-SULTHON CILEGON

Masjid As-Sulthon Cilegon

Mesjid dengan arsitektur yang cukup menarik ini terletak di Kawasan Industri Cilegon tepatnya di areal PT. Krakatau Daya Listrik (KDL), salah satu anak perusahaan PT. Krakatau Steel. Lokasi mesjid ini dekat dengan pantai Anyer yang indah. Selain memiliki taman yang luas dan asri serta tempat wudlu yang banyak, mesjid ini juga dilengkapi dengan Air Conditioner (AC) yang berfungsi baik sehingga terasa nyaman ketika para jamaah sholat di mesjid ini meskipun suhu di luar terasa panas dan terik. Meskipun arsitekturnya berbeda, mesjid seperti ini mengingatkan kita dengan banyak mesjid-mesjid sejenis yang ada di Mekkah, Madinah, Jeddah dan sekitarnya atau mungkin juga di tempat-tempat lain yang pernah Anda singgahi.

(Cilegon, 22 Desember 2009)

Aku Sedih Sekali Ayah…

Kondisi ‘Koma’

Dalam keadaan engkau sakit tak sadarkan diri (koma) begini, ingin rasanya aku memandang wajahmu terus, memandang semua yang telah begitu lekat dalam hidupku sehari-hari. Tadi aku begitu rindu ingin melihat kerut tangannya yang khas, kubelai… sampai tak terasa pikiranku melayang ke masa lalu ketika ia masih sehat sebelum sakit sekarang. Aku jadi sangat sedih tak terkira. Kubayangkan bila suatu ketika aku tak dapat lagi memegang tangannya seperti saat ini. Ada dorongan untuk terus mengamati ayah yang terbaring dalam tak berdaya itu. Aku rindu ayah… belum cukup bagiku membuatmu bahagia ayah… Belum terbayar usahamu ayah… Aku ingin lebih dari itu, aku ingin berbakti ayah… Aku ingin engkau betul-betul merasakan hasil jerih payahmu yang keras dan tulus itu ayah… Engkau wariskan sifat-sifat itu padaku ayah… Bukankah engkau ingin melihat hasilnya ayah… Tak kusangka sakit engkau akan menjadi begitu parah ayah… Aku tahu harapan-harapanmu padaku ayah setelah ternyata kakakku sulit untuk engkau harapkan lagi. Engkau malang ayah… Hanya sebagian yang baru engkau rasakan ayah… Oh ayah, aku rindu ayah… Baru satu tahun ini kurasa akrab dan hangat kasih sayangmu, terlalu haru untuk diingat kembali ayah… Oh ayah… ayah… belum cukup semua itu ayah… Apa yang mesti kukatakan lagi ayah… ayah… oh ayah… aku sedih sekali…

(Jakarta, 13 Oktober 2009 – Balada Pejuang)

Published in: on November 29, 2009 at 4:14 pm  Leave a Comment  
Tags: , , , ,

Krisis Identitas

Dulu keramahan itu jadi kebanggaan
Tapi kini justru serasa menghancurkan
Perlukah keramahan dipertahankan
Saatnya kah egoisme menguasai diri
Aku butuh rasa percaya diri
Adakah kebanggaan lain selain itu
Arah yang pasti belum kutentukan
Tumbuhkan egoisme segera
Galang rasa percaya dirimu
Dunia akan kau raih
Tanpa kehilangan akhirat
Cinta akan tetap ada
Seiring dengan egoisme
Bentuknya bagaimana
Entahlah…..

(Slipi, 12 April 2007 – Balada Pejuang)

Published in: on November 29, 2009 at 3:47 pm  Leave a Comment  
Tags: , , , , , , , ,

AYAH…

Ayah
Ayah Tercinta

ENGKAU MENDERITA AYAH

Engkau menderita, tak berdaya

Pandangan hampa, haru dan muram …

Engkau membuatku serba pesimistis

Namun kadang engkau keras bagai baja

Aku patuh yang menjengkelkan

Aku tak habis mengerti juga Ayah …

BUAT AYAH TERCINTA

Sesungguhnya orang yang mati di jalan Allah itu tidak mati,

tetapi tetap hidup di sisi Allah

Kita menunggu gilirannya dan akan kembali kepada Allah

Ayah …

Engkau pasti tahu apa yang aku rasakan

Dan apa yang aku pikirkan tentang engkau

Aku ingin menjadi anak yang shaleh

Jaminan ketenangan engkau di sana

Walau telah seratus hari engkau pergi

Semoga jalanmu semakin terang Ayah …

(Coretan 1984-1985)

Published in: on November 7, 2009 at 10:21 am  Comments (1)  
Tags: , , , , ,

CORETAN 1984-1985

Menyusuri Masa Lalu

Menyusuri Masa Lalu

SELAMAT TINGGAL

Selamat tinggal Ancol, taman impian

Aku kan berangkat ke TMII

Melalui Taman Ismail Marzuki

Walau kereta belum jua berangkat

Tapi peluit telah berbunyi

Jiwaku telah siap berangkat

Mantap laju keretaku, kelak

Sesekali dengan pekik keoptimisan

Tak ada yang mampu menghalangiku

Bagi keangkuhan

Sebuah titik merupakan kehancuran

Manusia dina akan hancur

MEMATUNG

Dunia sempit

Kusut, kusam, huh …

Aku tetap mematung

Padahal berjuta orang telah berlalu

Di hadapanku

DIMANA TEMPATKU

Antara ambisi besarku dan kemampuan

Antara gadis-gadis yang riang dan gadis-gadis yang berbusana muslimah

Antara makan di kantin dan kepala pusing menahan lapar

Antara membeli buku referensi buku asli dan fotokopi lima belas perak

Antara kuliah naik mobil dan gemetarnya lutut menunggu bus 210

Antara riuhnya gelak tawa dan kesendirian yang menikam diri

Antara alunan musik dan detak-detak bola pingpong di Lobby

Antara berorganisasi di SM dan mata kuyu badan bungkuk karena belajar

Antara seorang manajer personalia dan seorang guru bimbingan penyuluhan

Antara kelembutan cinta dan tegarnya hati

Antara mesjid dan mushala kampus

Terakhir inilah barangkali tempatku

DIPOMPA

Balon kehidupan ini perlu dipompa dengan suasana riang

Wajah-wajah riang adalah sebagian dari wajah surga

BUAT AYAH TERCINTA

Sesungguhnya orang yang mati di jalan Allah itu tidak mati,

tetapi tetap hidup di sisi Allah

Kita menunggu gilirannya dan akan kembali kepada Allah

Bapak …

Engkau pasti tahu apa yang aku rasakan

Dan apa yang aku pikirkan tentang engkau

Aku ingin menjadi anak yang shaleh

Jaminan ketenangan engkau di sana

Walau telah seratus hari engkau pergi

Semoga jalanmu semakin terang Bapak …

IKHLAS

Tuhan kami, Allah yang kuasa

Meski duka menyuruk di perpisahan

Namun ikhlas jua hati kami

Atas segala taqdir dan qadarMu

Terimalah kembali

Berilah tempat yang terbaik, dan …

Ampuni segala khilaf Ayahanda kami

Semasa hidup bersisian dengan kami

Sesungguhnya Engkau Allah ya Karim

Maha bijak dalam segala kehendak

MASIH KECEWA

Semacam kekecewaan

Panas merayapi dadaku

Kerut dahiku mulai terasa menaik

Kutahan ekspresiku tetap stabil

Itulah nyatanya jiwaku

Belum mengerti permasalahan

Harusnya aku sudah pasrah

Bila ia bisa bahagia

Bahagia menurut versinya

Aku tidak boleh jatuh

Jatuh berarti akan luka

Tetapi aku harus

Pasrah–tenang–sabar

Pasrah – tenang – sabar

P a s r a h – t e n a n g – s a b a r

Sssssssaaaaaaabbbbbbbaaaaaaarrrrrrr

KAPAN BERUBAH

Ooooouuuuuh……

Sebel sekali aku

Kok jadi begini

Kapan sih ada perubahan pada sikapku

Padahal sudah 21 tahun berlalu

Tanpa tokoh ayah

LEMAH

Kamu itu kecil dan lemah

Bila Dia beri malapetaka

Terkadang kamu frustrasi

Kamu hanya sebagai hamba yang diutus

Terlalu lemah mengusir frustrasi

Kecuali kamu laporkan kepada pemilikMu

Pemilik dari segala pemilik

INGIN DEWASA

Oh kedewasaan…

Oh kebahagiaan…

Oh kesungguhan…

Sambutlah dan rangkulah daku

Terimalah aku

Padukan dalam diriku

Sehingga aku menjadi dewasa

KENANGAN DUA TAHUN LALU

Tak ingin kuangankan menggapai awan

Walaupun angin bertiup tak tentu arah

Aku tak ingin tercampak

Kenangan masa lalu itu membuatku haru

Dan sekaligus menggelikan

Aku terkenang 29 Desember dua tahun lalu

ENGKAU MENDERITA AYAH

Engkau menderita, tak berdaya

Pandangan hampa, haru dan muram …

Engkau membuatku serba pesimistis

Namun kadang engkau keras bagai baja

Aku patuh yang menjengkelkan

Aku tak habis mengerti juga Ayah …

GADIS DAN SENYUMNYA

Gadis itu tersenyum

Berlari ke pantai tinggalkan jejak di pasir

dan kaki indah di pelupuk mata

Ah… deburan ombak menghalangi pandangan

Akan kulihat dengan keker

Wow… riangnya gadis itu

Hmm… seksinya dia dengan gayanya itu

Hei… kau jangan ganggu aku kawan

Apa… aku kehabisan sarapan pagi

Ah… rasanya sudah kenyang kok

Kulihat pemandangan indah ini dulu

Hah… kemana gadis itu

Nah ini dia… eh… kok kembali ke pantai

Sudah capek barangkali dia

Lho… kok menuju kemari

(kulepas keker) Amboi begitu indah…

tak terlukiskan tubuhnya dari dekat

Hai… dia menyapa sambil tersenyum

Hmm… apa ini, dia duduk di sampingku

Lho kok jadi begini…

Aku harus bagaimana nih…

KERIAAN DARI ANYER

Keraguan selalu muncul di mana-mana

Sepi juga kutemui di mana-mana

Shalat jumat pun belum mampu membawaku

Pada keriaan yang kudamba

Pantai Anyer nan jauh di sana

Kau goreskan keriaan dan kenangan

Tak terlupakan itu

Terima kasih padamu Anyer

INGIN KEMBALI BEBAS

Aku tak ingin kehilangan dia, dan

Aku tak ingin mencintai dia

Aku ingin hubunganku tetap seperti sekarang, bersahabat

Kubunuh cintaku padanya

Kubiarkan lalu kubunuh lagi

Rasionalisasi demi rasionalisasi

Gejolak ini membuatku lelah

Hubungan ini terancam punah

Sebuah batu besar ada diantara kami

Aku gusar, semangatku goyah

Senyum gadis yang pernah kulupa

Menyejukkan hati yang panas

Hatiku kembali kokoh dan tegar

RESAH

Mataku tak percaya

Badanku dilanda demam

Kepalaku ikut berputar

Pikiranku melayang-layang

Dalam tidur yang resah

Akibat pengakuan yang tidak sah

(Jakarta, 1984)

SEPARUH JIWAKU PERGI

Anang_Krisdayanti

SEPARUH JIWAKU PERGI

Separuh Jiwaku Pergi
Memang indah semua
Tapi berakhir luka
Kau main hati
Dengan sadarmu
Kau tinggal aku

Benar ku mencintaimu
Tapi tak begini
Kau khianati hati ini
Kau curangi aku

Kau bilang tak pernah bahagia
Selama dengan aku
Itu ucap bibirmu
Kau dustakan semua
Yang kita bina
Kau hancurkan semua

(Anang Hermansyah)

Published in: on November 1, 2009 at 6:03 am  Leave a Comment  
Tags: , ,

BUAT ORANG-ORANG TERCINTA

Orang-orang tercinta

KUINGAT KALA ITU

Kuingat masa kanak-kanakku yang bahagia
Kalaku dibuai dengan kemanjaan lebih
Kuingat saatku menanjak remaja
Kalaku membantah ayah dan ibu
Kalaku menunjukkan berbagai prestasi
Kalaku mengenal pergaulan luas
Kuingat saatku meningkat dewasa
Kalaku dihadapkan pada tanggung jawab
Kala ayah sering sakit-sakitan
Kala rasa baktiku pada ayah sedemikian besar
Dan kala ayah meninggalkanku untuk selamanya
Dan kesedihan itu begitu mendalam
Ayah… sayang engkau begitu cepat pergi
Belum cukup baktiku padamu !!!

SERIUS

Ibu… maukah engkau mendengarkan kataku
Jangan engkau tertawakan aku ibu…
Aku ingin bicara serius dan tidak main-main
Ini bukan khayalan yang biasa kuangankan

TIPIS

Kasih sayang itu kau rasakan begitu tipis
Aku tahu engkau mendambakan hal itu
Sudah… sekarang mereka sudah berikan
Terimalah Kak…
Semangatmu kunilai tinggi

SAYANG

Sudah kalian rasakan kasih sayangku
Sayang dan banggaku semakin besar pada kalian
Aku tahu kalian hormat padaku
Terima kasih adik-adikku

HARAPAN

Kekasihku…
Besar harapanku padamu
Telah besar pula perhatianku padamu
Kamu mesti lebih banyak “belajar”
Kita akan sama-sama “belajar”

Jakarta, Januari 1988

Published in: on October 31, 2009 at 12:39 am  Leave a Comment  
Tags: , , , , ,

APAKAH KARENA UANG…..

Apakah karena uang?

APAKAH KARENA UANG…..

Kita menjadi cemberut bukannya tersenyum…..
Kita menjadi marah bukannya tertawa…..
Kita menjadi sedih bukannya gembira…..
Kita menjadi bermusuhan dan membenci bukannya berteman akrab…..
Kita menjadi sakit-sakitan bukannya segar bugar…..
Kita menjadi cepat mati bukannya panjang umur…..
Kita menjadi sombong bukannya rendah hati dan bersyukur…..
Kita menjadi budak setan bukannya hamba Allah yang taat…..

Jakarta, 30 Oktober 2009 (Hitar)

Published in: on October 29, 2009 at 8:32 pm  Leave a Comment  
Tags:

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Published in: on October 29, 2009 at 6:24 pm  Comments (1)