JALAN BUNTU DALAM NEGOSIASI

Jalan Buntu Dalam Negosiasi

Ada beberapa ketentuan penting yang perlu Anda ingat ketika  ketika Anda menghadapi jalan buntu dalam bernegosiasi :

  1. Jangan menggertak. Menahan diri agar tidak menampah tingkat aktivitas yang mungkin berada dalam perselisihan, tidak mengungkit perselisihan yang lama, dan tidak memberi tahu posisi Anda ke pihak ketiga, dengan harapan mendapat keuntungan tambahan.
  2. Ajukan pertanyaan. Bidang apa yang terbuka untuk negosiasi? Saran apa yang harus diajukan oleh pihak lain? Apa dasar kasus mereka?
  3. Carilah variabel baru. Apa lagi yang dapat ditawarkan untuk diskusi sehubungan dengan konsesi? Misalnya harga, syarat pembayaran, pengiriman, spesifikasi, jaminan, pengemasan, bisnis lanjutan, dan lain-lain.
  4. Berlakulah positif. Misalnya, pusatkanlah pikiran mengenai bagaimana segala sesuatu dapat diperbaiki pada waktu sekarang, bukan mengenai apa yang dahulu salah.
  5. Jangan menyela, dengarkan dengan sungguh-sungguh. Hal ini terkait dengan seni memberi dan menerima isyarat; sangat mengherankan berapa banyak negosiasi yang gagal karena isyarat yang terlewatkan.
  6. Buatlah suatu tawaran bahwa kedua belah pihak harus setuju untuk menunda permasalahan, dan bergeraklah ke depan agar dapat memperoleh kemajuan.
  7. Cipatakan suatu pengalihan. Pertimbangkan suatu perubahan terhadap penekanan, lokasi, atau bahkan karyawan (terutama anggota tim yang paling banyak mengadakan kontak tatap muka).
  8. Tawarkan suatu konsesi yang tak dikehendaki, dengan ogah-ogahan.
  9. Sarankan suatu pertukaran dari konsesi yang sudah disepakati.
  10. Usulkan suatu reses, untuk mendinginkan dan mempertimbangkan kembali posisi, menyoroti hal-hal yang harus dipecahkan.
  11. Kemukakan kembali dan jelaskan posisi mereka dan posisi Anda, dari segi daerah persamaan apa yang ada dan masalah apa yang menghalangi kemajuan.
  12. Tukarkan konsesi kecil untuk suatu langkah besar yang Anda inginkan.
  13. Tetapkan suatu batas waktu. Berilah peringatan bahwa Anda bermaksud melakukan hal ini dan cobalah untuk mendapat tawaran atau usulan yang bermakna, yang mungkin akan memecahkan jalan buntu, menawarkan pertukaran untuk sesuatu yang bernilai bagi Anda.
  14. Ajaklah mereka untuk berterus terang. Seberapa besar kesungguhan mereka dalam melakukan pertukaran dan membuat penyelesaian? Apa perhatian mereka yang terpenting, dan apa yang kurang penting?
  15. Kalau perlu, hilangkan batas waktu.
  16. Usulkan arbitrasi (atau dalam perselisihan ikatan perburuhan, suatu pelayanan konsiliasi profesional).

Sumber:

Buku “Trampil Bernegosiasi” oleh Jeremy G. Thorn, Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo (1995).

Published in: on January 28, 2010 at 10:37 am  Leave a Comment  
Tags: , , , ,

5 FITRAH (KESUCIAN) MANUSIA

5 Fitrah (Kesucian) Manusia

Rasulullah SAW bersabda, “Fitrah (kesucian) manusia ada lima: dikhitan, mencukur rambut kemaluan, menggunting (merapikan) kumis, memotong kuku (tangan dan kaki), serta mencabut bulu ketiak.”

(Hadits Riwayat Bukhari)

FUNGSI DOB (DATA-ORANG-BENDA)

Worker Function

Hierarchies by U.S. Department of Labor :

DATA :

0 – Synthesizing

1 – Coordinating

2 – Analyzing

3 – Compiling

4 – Computing

5 – Copying

6 – Comparing

PEOPLE :

0 – Mentoring

1 – Negotiating

2 – Instructing

3 – Supervising

4 – Diverting

5 – Persuading

6 – Speaking, Signaling

7 – Serving

8 – Taking Instruction, Helping

THINGS :

0 – Setting up

1 – Precision Working

2 – Operating, Controlling

3 – Driving, Operating

4 – Manipulating

5 – Tending

6 – Feeding, Off bearing

Sumber :

Buku “Job Analysis” oleh Michael T. Brannick & Edward L. Levine

Published in: on January 22, 2010 at 12:40 pm  Leave a Comment  
Tags: , , , , ,

CIRI-CIRI PEMBICARA TERBAIK

Orator, Pembicara Hebat

Ciri-Ciri Pembicara Terbaik

Beberapa persamaan yang dimiliki para pembicara terbaik adalah :

  1. Mereka memandang suatu hal dari sudut pandang yang baru, mengambil titik pandang yang tak terduga pada hal-hal yang umum.
  2. Mereka memiliki cakrawala luas. Mereka memikirkan dan membicarakan isu-isu dan beragam pengalaman di luar kehidupan mereka sehari-hari.
  3. Mereka antusias, menunjukkan minat besar pada apa yang mereka perbuat dalam kehidupan mereka, maupun pada apa yang Anda katakan pada kesempatan itu.
  4. Mereka tidak pernah membicarakan diri mereka sendiri.
  5. Mereka sangat ingin tahu. Mereka bertanya, “mengapa?” Mereka ingin tahu lebih banyak mengenai apa yang Anda katakan.
  6. Mereka menunjukkan empati. Mereka berusaha menempatkan diri mereka pada posisi Anda untuk memahami apa yang Anda katakan.
  7. Mereka memiliki selera humor, dan tidak keberatan mengolok-olok diri sendiri. Sungguh, seorang pembicara terbaik sering mengisahkan pengalaman konyol mereka sendiri.
  8. Mereka memiliki gaya bicara sendiri.

Sumber :

Buku “How to Talk to Anyone, Anytime, Anywhere” by Larry King)

Published in: on January 22, 2010 at 11:29 am  Leave a Comment  
Tags: , , ,

BUKAN KEFAKIRAN TETAPI KEMEGAHAN

Imam Bukhari

Bukan Kefakiran tetapi kemegahan dunia yang membinasakan

“Demi Allah, bukanlah kefakiran (dan kemiskinan) yang aku khawatirkan atas kalian, tetapi aku justru khawatir kalau-kalau kemegahan dunia yang kalian dapatkan sebagaimana yang diberikan kepada orang-orang sebelum kalian. Lalu kalian bergelimang dalam kemewahan itu sehingga binasa sebagaimana mereka bergelimang dan binasa pula”.

(Imam Bukhari)

Published in: on January 15, 2010 at 6:13 am  Comments (1)  
Tags: , , ,

ADIL

“Berbuat adil tidak harus berarti memberikan sesuatu yang sama kepada setiap orang”

(Mutiara Hikmah)

Published in: on January 15, 2010 at 5:57 am  Leave a Comment  
Tags: , , ,

BERITA POLITIK… KOK AKU JENGAH YA…

Antasari Azhar diadukan (dijerat) ke Kepolisian

Pimpinan KPK diadukan (dijerat) ke Kepolisian

Komisi Yudisial melakukan Uji Materi

Presiden membentuk Komisi dipimpin Adnan Buyung Nasution

Memanggil Kapolri, Pimpinan KPK, dan lain-lain

DPR membentuk Pansus DPR mengusut kasus Century

Memanggil Robert Tantular, Sri Mulyani, Budiono, dan lain-lain

Mungkin nanti Sri Mulyani diadukan ke Kepolisian

Mungkin nanti Budiono diadukan ke Kepolisian

Bahkan mungkin juga nanti SBY diadukan ke Kepolisian

Eh.. Mantan Kabareskrim diadukan ke Kepolisian

Eh.. dia minta perlindungan Kepolisian

Jengah aku mendengarnya… melihatnya…

Meski aku tidak menginginkannya…

Media meramaikannya di headline mereka…

Media berpesta pora… tapi kok aku jengah ya…

Seharusnya berita- berita itu jangan di headline…

Gantikan dengan berita gembira buat rakyat banyak

Program pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat…

Program penciptaan lapangan kerja…

Program kesehatan bagi seluruh rakyat…

Program pendidikan yang terjangkau rakyat…

Program perumahan murah buat masyarakat miskin…

Itu saja baru program mengentaskan kemiskinan

Belum program mencerdaskan bangsa

Agar kita menjadi bangsa yang mampu bersaing

Bahkan unggul diantara bangsa-bangsa lain

Kuharap kejengahan ini bisa segera lenyap…

WORKSHOP ANALISIS BEBAN KERJA (VALUE CONSULT)

Beban Kerja Tinggi

Analisis Beban Kerja

Pertanyaan yang sering muncul ketika suatu perusahaan terhimpit kerugian atau berusaha memperkuat kemampuan bersaingnya adalah bagaimana cara mengefisienkan perusahaan. apakah jumlah SDM/karyawan yang ada sekarang ini berlebih, kurang atau sudah optimum dengan kebutuhan perusahaan, dan bagaimana cara mengetahui atau mengukur hal-hal tersebut? Banyak cara/teknik/metode yang dapat digunakan untuk menjawab serangkaian pertanyaan tersebut, namun metode yang dianggap paling akurat untuk digunakan adalah Analisis Beban Kerja (Workload Analysis). Metode analisis beban kerja yang akan diberikan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik penyelidikan waktu (time study). Dengan menganalisis waktu yang seharusnya dikonsumsi pemegang jabatan untuk melaksanakan tugas-tugas jabatannya sesuai dengan yang diharapkan dibandingkan dengan waktu efektif yang tersedia maka akan diperoleh nilai beban kerja (dalam prosentase) suatu jabatan/unit/perusahaan. Berapa kelebihan atau kekurangan jumlah SDM pada suatu jabatan/unit/perusahaan akan diperoleh dengan membandingkan kebutuhan jumlah karyawan yang optimum dengan jumlah SDM yang ada saat ini di jabatan/unit/perusahaan. Implikasi dari hasil analisis beban kerja ini, selain pengurangan/penambahan jumlah SDM juga dapat berupa rekomendasi penyempurnaan job description, prosedur kerja (system operating procedure), restrukturisasi organisasi, dan pelatihan peningkatan competency SDM.

Informasi lebih terinci mengenai hal-hal tersebut akan diperoleh dengan mengikuti workshop analisis beban kerja (workload analysis) dengan outline sebagai berikut :

  1. Pengertian Analisa Beban Kerja (Workload Analysis)
  2. Tujuan & Manfaat Analisa Beban Kerja
  3. Jenis-jenis Beban Kerja (BK Jabatan, BK Individu, BK Unit Kerja, BK Perusahaan)
  4. Pendekatan & Metode dalam Analisis Beban Kerja
  5. Penyelidikan Waktu (Time Study)
  6. Jenis-Jenis Tugas (Pokok, Tambahan, Lain-lain, Rutin, Berkala, Insidentil)
  7. Tahapan/Langkah-langkah Pelaksanaan Tugas
  8. Waktu Pelaksanaan Tugas
  9. Kelonggaran Waktu (Allowance)
  10. Beban Kerja Standar
  11. Alat Pengukuran yang digunakan
  12. Teknik Analisis Data yang digunakan
  13. Proses/Langkah-Langkah Pelaksanaan Analisis Beban Kerja
  14. Wawancara dalam Analisis Beban Kerja
  15. Perhitungan Beban Kerja Jabatan, Individu, Unit Kerja, dan Perusahaan
  16. Perhitungan Kebutuhan Jumlah SDM yang Optimum
  17. Perhitungan Kelebihan/Kekurangan Jumlah SDM
  18. Rekomendasi penyempurnaan job description (disain ulang tugas jabatan) dan SOP
  19. Rekomendasi penyempurnaan struktur organisasi (penggabungan/pemisahan unit kerja)
  20. Latihan Wawancara Analisis Beban Kerja
  21. Latihan Menghitung Beban Kerja dan Kebutuhan Jumlah SDM Optimum suatu Jabatan/Unit/Perusahaan

(Sumber: Value Consult)


NILAI-NILAI MORAL

Nilai-Nilai Moral Dalam Cerita-Cerita Wayang

Nilai-Nilai Moral

“Bangsa yang berperadaban tinggi bukan hanya dilihat dari tingginya ilmu pengetahuan, tetapi banyak diukur dari tingginya moral para warga masyarakat.”

Mutiara Hikmah

Published in: on January 11, 2010 at 3:11 pm  Leave a Comment  
Tags: , , , , , ,

PADA DIRIMU

Ali bin Abi Thalib R.A.

Pada Dirimu

“Obatmu ada pada dirimu, tetapi tidak kamu sadari. Penyakitmu datang dari dirimu, tetapi kamu tidak waspadai. Kamu menganggap dirimu suatu bentuk yang kecil, padahal pada dirimu terkumpul seluruh alam raya.”

Ali bin Abi Thalib R.A.

Published in: on January 11, 2010 at 3:06 pm  Leave a Comment  
Tags: , , , , ,