KASUS PAK ANTONI

Supervisor Pabrik

KASUS PAK ANTONI

Pak Antoni baru saja dipindahkan dan diangkat menjadi Supervisor Operator di sebuah perusahaan yang terletak di jantung kota metropolitan. Saat ini atasanya adalah Pak Ferry, seorang manajer yang cukup berpengalaman. Namun di tempatnya yang baru ini, Pak Antoni menemui beberapa masalah. Secara umum, bawahan-bawahannya memang cukup bisa bekerja sama. Namun beberapa diantaranya memiliki masalah. Misalnya saja, Pak Andi yang sebetulnya adalah seorang pekerja yang cukup mampu mengerjakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya, tetapi ia kurang yakin akan dirinya dan setiap menemui hambatan harus selalu meminta bantuannya. Kemudian, Ibu Betty yang kurang teliti dalam melakukan pekerjaan-pekerjaannya. Di sisi lain, Pak Ferry juga mengeluhkan Pak Antoni. Menurutnya, Pak Antoni adalah seorang atasan yang kurang mampu mendisiplinkan bawahannya dan terkesan tidak ada yang dikerjakan. Menurut Pak Ferry, Pak Antoni selalu melempar tanggung jawab pada bawahannya. Merekalah yang harus merencanakan pekerjaan dan mengatasi masalahnya sendiri. Menurutnya, hal tersebut adalah tidak pada tempatnya. Ia berpendapat bahwa pimpinan yang baik seharusnya mengetahui apa yang hendaknya dicapainya dan kemudian menjelaskannya kepada bawahannya secara terinci. Pak Ferry berpendapat bahwa pengalaman Pak Antoni di tempat sebelumnya tidak banyak berperan. Pak Antoni kurang berinisiatif, selalu menghendaki setiap kebijakan yang ada disertai dengan prosedur serta arahan yang dijabarkan secara terinci sehingga dengan demikian tidak terjadi kesalahan. Menurut Pak Ferry, apabila ia harus melakukan sesuatu seperti yang diharapkan Pak Antoni maka lebih baik ia tidak memerlukan kehadiran seorang supervisor.

Pertanyaan :

  1. Masalah apa yang sebenarnya terjadi di tempat kerja Pak Antoni?
  2. Andaikata anda berperan sebagai Pak Ferry, tindakan apa yang sebaiknya anda lakukan untuk mengatasi masalah tersebut?
Published in: on December 6, 2009 at 2:34 pm  Leave a Comment  
Tags: , , ,