ANDA GAGAL DALAM SELEKSI CPNS?

Reaksi Gagal Jadi CPNS

Anda gagal dalam seleksi penerimaan CPNS tahun ini, ikuti petunjuk-petunjuk atau tips berikut ini:

  1. Tariklah napas dalam-dalam lalu keluarkan secara perlahan-lahan, ketika mengetahui bahwa anda gagal atau tidak lolos dalam proses seleksi CPNS di suatu departemen atau instansi pemerintah lainnya. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari shock atau gangguan fisik lainnya akibat shock mental yang kemungkinan besar terjadi.
  2. Carilah posisi tempat yang membuat anda dapat merasa tenang dan stabil, misalnya mencari tempat duduk atau setidaknya bersandar pada dinding yang ada di sekitar anda.
  3. Carilah air (sebaiknya air mineral/aqua) yang bisa diminum agar kerongkongan yang kelu/kering akibat ketegangan dapat menjadi encer sehingga tidak mengganggu kelancaran pernapasan yang dapat menghambat penurunan ketegangan secara cepat.
  4. Setelah pernapasan anda menjadi tenang dan teratur, tanamkanlah dalam pikiran anda bahwa:
    1. Anda bukan satu-satunya orang yang telah gagal dalam proses seleksi tersebut.
    2. Anda sebetulnya memiliki potensi/kemampuan, tetapi selama ini masih kurang menunjukkan usaha maksimal.
    3. Kalaupun selama ini anda telah berusaha maksimal, tetapi dalam seleksi kali ini pelamar lain ternyata usahanya lebih baik.
    4. Kegagalan ini bukan akhir dari segalanya, masih ada kesempatan lain yang menunggu inisiatif anda untuk melamar kembali.
    5. Kemampuan yang anda miliki masih bisa berkembang lebih baik lagi dari kondisi saat ini.
    6. Bagaimana hidup anda sebenarnya lebih banyak ditentukan oleh diri anda sendiri.
    7. Anutlah prinsip bahwa setiap manusia itu unik yang masing-masing pasti memiliki kelebihan dan kelemahan, jadi anda pasti memiliki kelebihan-kelebihan dalam hal tertentu yang belum diketahui atau termanfaatkan.
    8. Mungkin saja anda memang tidak cocok menjadi PNS tapi justru lebih cocok menjadi non PNS (wirausahawan).
  5. JANGAN berpikir bahwa:
    1. Anda adalah orang yang paling bodoh di dunia
    2. Anda adalah orang yang paling malang/sial di dunia
    3. Kesempatan sudah tertutup (tidak ada lagi) bagi anda
    4. Hidup anda hanya ditentukan oleh orang lain
    5. Kemampuan anda sudah ‘mentok’ dan sudah tidak bisa dikembangkan lagi.
  6. Identifikasi hal-hal yang menjadi kelemahan anda selama ini sehingga anda belum berhasil, baik yang bersumber dari diri sendiri maupun yang merupakan hambatan dari luar diri (lingkungan).
  7. Rencanakan langkah-langkah untuk memperbaiki kelemahan anda, diusahakan yang sifatnya menantang namun masih realistis untuk dicapai, dengan tetap mengantisipasi hambatan-hambatan yang mungkin timbul.
  8. Laksanakanlah langkah-langkah yang anda telah rencanakan dan lakukan modifikasi apabila diperlukan.
  9. Berdoalah kepada Allah agar anda diberikan kemampuan dan semangat tinggi untuk mampu melaksanakannya serta dihindarkan/dilindungi dari hal-hal yang dapat menghambatnya.
  10. Berserah diri kepada Allah bahwa setelah kita berusaha maka apapun yang kelak terjadi pada kita itulah yang terbaik buat kita.

Selamat mencoba dan semoga sukses pada proses seleksi selanjutnya…

Gagal CPNS Jadi Boss

Published in: on November 20, 2009 at 6:37 am  Leave a Comment  
Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

CORETAN 1984-1985

Menyusuri Masa Lalu

Menyusuri Masa Lalu

SELAMAT TINGGAL

Selamat tinggal Ancol, taman impian

Aku kan berangkat ke TMII

Melalui Taman Ismail Marzuki

Walau kereta belum jua berangkat

Tapi peluit telah berbunyi

Jiwaku telah siap berangkat

Mantap laju keretaku, kelak

Sesekali dengan pekik keoptimisan

Tak ada yang mampu menghalangiku

Bagi keangkuhan

Sebuah titik merupakan kehancuran

Manusia dina akan hancur

MEMATUNG

Dunia sempit

Kusut, kusam, huh …

Aku tetap mematung

Padahal berjuta orang telah berlalu

Di hadapanku

DIMANA TEMPATKU

Antara ambisi besarku dan kemampuan

Antara gadis-gadis yang riang dan gadis-gadis yang berbusana muslimah

Antara makan di kantin dan kepala pusing menahan lapar

Antara membeli buku referensi buku asli dan fotokopi lima belas perak

Antara kuliah naik mobil dan gemetarnya lutut menunggu bus 210

Antara riuhnya gelak tawa dan kesendirian yang menikam diri

Antara alunan musik dan detak-detak bola pingpong di Lobby

Antara berorganisasi di SM dan mata kuyu badan bungkuk karena belajar

Antara seorang manajer personalia dan seorang guru bimbingan penyuluhan

Antara kelembutan cinta dan tegarnya hati

Antara mesjid dan mushala kampus

Terakhir inilah barangkali tempatku

DIPOMPA

Balon kehidupan ini perlu dipompa dengan suasana riang

Wajah-wajah riang adalah sebagian dari wajah surga

BUAT AYAH TERCINTA

Sesungguhnya orang yang mati di jalan Allah itu tidak mati,

tetapi tetap hidup di sisi Allah

Kita menunggu gilirannya dan akan kembali kepada Allah

Bapak …

Engkau pasti tahu apa yang aku rasakan

Dan apa yang aku pikirkan tentang engkau

Aku ingin menjadi anak yang shaleh

Jaminan ketenangan engkau di sana

Walau telah seratus hari engkau pergi

Semoga jalanmu semakin terang Bapak …

IKHLAS

Tuhan kami, Allah yang kuasa

Meski duka menyuruk di perpisahan

Namun ikhlas jua hati kami

Atas segala taqdir dan qadarMu

Terimalah kembali

Berilah tempat yang terbaik, dan …

Ampuni segala khilaf Ayahanda kami

Semasa hidup bersisian dengan kami

Sesungguhnya Engkau Allah ya Karim

Maha bijak dalam segala kehendak

MASIH KECEWA

Semacam kekecewaan

Panas merayapi dadaku

Kerut dahiku mulai terasa menaik

Kutahan ekspresiku tetap stabil

Itulah nyatanya jiwaku

Belum mengerti permasalahan

Harusnya aku sudah pasrah

Bila ia bisa bahagia

Bahagia menurut versinya

Aku tidak boleh jatuh

Jatuh berarti akan luka

Tetapi aku harus

Pasrah–tenang–sabar

Pasrah – tenang – sabar

P a s r a h – t e n a n g – s a b a r

Sssssssaaaaaaabbbbbbbaaaaaaarrrrrrr

KAPAN BERUBAH

Ooooouuuuuh……

Sebel sekali aku

Kok jadi begini

Kapan sih ada perubahan pada sikapku

Padahal sudah 21 tahun berlalu

Tanpa tokoh ayah

LEMAH

Kamu itu kecil dan lemah

Bila Dia beri malapetaka

Terkadang kamu frustrasi

Kamu hanya sebagai hamba yang diutus

Terlalu lemah mengusir frustrasi

Kecuali kamu laporkan kepada pemilikMu

Pemilik dari segala pemilik

INGIN DEWASA

Oh kedewasaan…

Oh kebahagiaan…

Oh kesungguhan…

Sambutlah dan rangkulah daku

Terimalah aku

Padukan dalam diriku

Sehingga aku menjadi dewasa

KENANGAN DUA TAHUN LALU

Tak ingin kuangankan menggapai awan

Walaupun angin bertiup tak tentu arah

Aku tak ingin tercampak

Kenangan masa lalu itu membuatku haru

Dan sekaligus menggelikan

Aku terkenang 29 Desember dua tahun lalu

ENGKAU MENDERITA AYAH

Engkau menderita, tak berdaya

Pandangan hampa, haru dan muram …

Engkau membuatku serba pesimistis

Namun kadang engkau keras bagai baja

Aku patuh yang menjengkelkan

Aku tak habis mengerti juga Ayah …

GADIS DAN SENYUMNYA

Gadis itu tersenyum

Berlari ke pantai tinggalkan jejak di pasir

dan kaki indah di pelupuk mata

Ah… deburan ombak menghalangi pandangan

Akan kulihat dengan keker

Wow… riangnya gadis itu

Hmm… seksinya dia dengan gayanya itu

Hei… kau jangan ganggu aku kawan

Apa… aku kehabisan sarapan pagi

Ah… rasanya sudah kenyang kok

Kulihat pemandangan indah ini dulu

Hah… kemana gadis itu

Nah ini dia… eh… kok kembali ke pantai

Sudah capek barangkali dia

Lho… kok menuju kemari

(kulepas keker) Amboi begitu indah…

tak terlukiskan tubuhnya dari dekat

Hai… dia menyapa sambil tersenyum

Hmm… apa ini, dia duduk di sampingku

Lho kok jadi begini…

Aku harus bagaimana nih…

KERIAAN DARI ANYER

Keraguan selalu muncul di mana-mana

Sepi juga kutemui di mana-mana

Shalat jumat pun belum mampu membawaku

Pada keriaan yang kudamba

Pantai Anyer nan jauh di sana

Kau goreskan keriaan dan kenangan

Tak terlupakan itu

Terima kasih padamu Anyer

INGIN KEMBALI BEBAS

Aku tak ingin kehilangan dia, dan

Aku tak ingin mencintai dia

Aku ingin hubunganku tetap seperti sekarang, bersahabat

Kubunuh cintaku padanya

Kubiarkan lalu kubunuh lagi

Rasionalisasi demi rasionalisasi

Gejolak ini membuatku lelah

Hubungan ini terancam punah

Sebuah batu besar ada diantara kami

Aku gusar, semangatku goyah

Senyum gadis yang pernah kulupa

Menyejukkan hati yang panas

Hatiku kembali kokoh dan tegar

RESAH

Mataku tak percaya

Badanku dilanda demam

Kepalaku ikut berputar

Pikiranku melayang-layang

Dalam tidur yang resah

Akibat pengakuan yang tidak sah

(Jakarta, 1984)

CICAK vs BUAYA (KPK vs POLISI-JAKSA)

cicak

Cicak yang Lemah

buaya

Buaya yang Ganas

CICAK vs BUAYA

Cicak – House-Lizard

Cicak – Hemidactylus Frenatus

Cicak Cicak di Dinding…

Permen ‘Cicek’…

versus

Buaya – Crocodile

Buaya – Crocodilus Porosus

Buaya Jolong-Jolong (Tomistona Sehlegeli) : moncong panjang, lancip

Buaya Katak: gemuk dan pendek

Buaya Pandan: kulitnya berwarna hijau dan berukir-ukir

Buaya Tembaga: kulitnya kekuning-kuningan seperti tembaga

Buaya Darat: penjahat; penggemar perempuan (lover of girls)

Buaya Pasar: tukang copet  (pickpocket)

Airmata Buaya…

Sura’buaya’…

Mem-BUAYA: menyerupai buaya, merangkak, menjadi penjahat, mengganggu perempuan (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Mem-BUAYAI: menipu, memperdaya, menggertak, menakut-nakuti (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

BUAYA adalah POLISI-JAKSA

Jadi POLISI-JAKSA adalah….. (subhanallah…)

(Pesan untuk pelontar istilah “cicak vs buaya)

Published in: on November 5, 2009 at 3:16 am  Leave a Comment  
Tags: , , , , , , , , , ,

KASUS STRES SAUDARA NSH

Stres dan Sedih

Stres dan Sedih

ILUSTRASI KASUS

NSH adalah seorang pria berusia 43 tahun, berpendidikan SLTA, bersuku bangsa Sunda dari ayah maupun ibu namun ia lahir dan besar di Jakarta. Ia beragama Islam dan saat ini bermukim di kota Serang, Banten.

NSH memiliki isteri bernama NM berusia 34 tahun, berpendidikan SLTA, berstatus Ibu Rumah Tangga meskipun sebelumnya pernah bekerja. NSH dan NM dikaruniai tiga orang anak, yaitu AN anak pertama, berusia 14 tahun, pelajar SLTP. Anak kedua bernama JK, berusia 12 tahun, pelajar SD. Anak ketiga bernama AD, berusia 3 tahun dan belum bersekolah.

NSH sudah tidak memiliki orangtua lagi, ayahnya RM telah meninggal dunia 10 tahun lalu dalam usia 85 tahun dan ibunya SM juga telah meninggal 5 tahun yang lalu dalam usia 80 tahun. Adik kandung satu-satunya yang merupakan adik kembarnya bernama DD telah meninggal dunia ketika berusia 3 tahun.

NSH menempuh pendidikan di SD swasta Islam di bilangan Jakarta Selatan, tahun 1971-1977; SMP swasta nasional di Jakarta Selatan tahun, 1979-1982; dan SMA swasta Islam di Jakarta Selatan, tahun 1982-1985.

Pada tahun 1978 s/d 1979, NSH bekerja di PT. JS di salah satu RS Pemerintah di Jakarta Pusat, sebagai Cleaning Service. Kemudian pada tahun 1979-1982, ia bekerja di PT. HS di kawasan Tebet Jakarta Selatan, sebagai Cleaning Service. Setelah tidak memiliki pekerjaan tetap selama sekitar 5 tahun, kemudian pada tahun 1987 s/d 1990 ia bekerja di PT. CS di bilangan Ciputat Jakarta Selatan, sebagai Pengawas Cleaning Service. Kemudian ia tidak memiliki pekerjaan tetap sekitar 3 tahun. Pada tahun 1993 s/d 1995, ia bekerja sebagai supir pribadi di rumah seorang dokter (ayah salah satu dokter terkenal di Jakarta) yang tinggal di Menteng Jakarta Pusat. Di bawah ini adalah kisah mengenai stress yang dialaminya sebagaimana yang diceritakan kepada penulis.

Dengan membaca basmalah – saya uraikan riwayat hidup sejak kecil saya mengalami trauma, keluarga saya termasuk keluarga yang kurang harmonis, dengan kata lain keluarga yang ‘broken-home’. Sejak kecil saya hidup serba kekurangan baik moril maupun materil. Saya menjalani itu semua dengan keprihatinan dan kesabaran, memang terkadang juga labil. Untungnya dan saya bersyukur, dulu saya pernah sedikit belajar ngaji dengan nenek dari bapak dan saya sering ikut pula kegiatan remaja Islam di mesjid-mesjid.

Sekarang saya sudah berumah tangga dan dikaruniai tiga orang anak, satu laki-laki dan dua perempuan. Anak yang paling besar bersekolah di SMP Negeri di Serang. Senang dan bangga mempunyai anak yang pintar di sekolah. Tapi sedihnya apabila sang anak membutuhkan biaya sekolah (kebutuhan) mendadak, sedangkan saya menganggur, paling-paling cuma bisa mengurut dada, dan batinpun berguncang, menjerit dan menangis.

Selama ini istri saya terus menerus mendesak saya mencari pekerjaan. Hal ini membuat saya mumet tujuh keliling. Coba pikir siapa orang yang tidak ingin membahagiakan keluarganya. Andaikata saya normal seperti dulu tak punya  penyakit hernia (burut) mungkin saya sudah bekerja apa saja, narik becak atau jadi kuli di pasar, yang penting menghasilkan uang untuk kebutuhan keluarga. Masalahnya adalah untuk kerja berat saat ini saya sudah tidak bisa.

Sambil menunggui warung mertua, ditengah malam saya sering merenungi nasib. Bagaimana masa depan anak-anak dan rumah tanggaku kelak. Sekarang saja, bulan Juli mendatang kontrak rumah harus dibayar. Listrik, PAM dan SPP anak tertua sudah 2 bulan belum dibayar. Hal-hal itu membuat aku stress (depresi). Staminaku yang mulai menurun dan kadang aku mudah sakit-sakitan.

Dulu ketika kami sekeluarga tinggal di Ciamis, isteriku membantu usaha ibunya di pasar Ciamis yaitu berjualan soto ayam. Beberapa tahun kemudian, ibu mertuaku menyuruh meneruskan jualannya, karena ibu mertuaku mau merantau ke Serang. Aku disuruh cari modal buat ibu mertuaku, dan dapat Rp. 250.000,- pinjam dari ibu Een. Terus ibu mertuaku pergi ke Serang Banten untuk berdagang di sana. Isteriku meneruskan usaha ibunya di Ciamis. Sedangkan aku bekerja narik mikrolet di Jakarta dan pulang ke Ciamis 1-2 bulan sekali. Cuma aku tak habis pikir, ibu mertuaku ninggalkan hutang di koperasi Rp. 300.000,-. Jadi kalau kupikir usaha isteriku cuma buat bayarin hutang ibunya. Setelah 3 tahun, usaha jualan soto yang dijalani istriku berangsur-angsur menurun omzetnya. Kemudian aku pun berhenti jadi supir untuk membantu usaha istriku, namun usaha tidak kunjung membaik. Ibu mertuaku akhirnya mengajak kami pindah ke Serang. Tapi sebelum berangkat disuruh cari modal buat dagang. Dengan susah payah aku dapat uang Rp. 300.000,-. Kami mengontrak rumah di Serang sampai sekarang. Selama menjalani kehidupan di Serang-Banten, kumulai dari nol lagi. Awalnya aku mulai berjualan nasi di tempat ibu mertua. Isteriku dan ibunya mendapat bagian siang sedangkan aku bagian malam, karena kami berjualan siang dan malam.

Dua tahun kemudian tempat itu dikasih oleh ibu mertua kepada aku dan isteri, sedangkan ibu mertuaku menyewa tempat tak jauh dari tempat yang lama. Kurasakan kepedihan, keprihatinan selama berjualan, karena warung terbuat dari tenda sederhana, tidak ada listrik, kalau hujan kehujanan, bila ada angin kencang sampai-sampai aku pegangi tenda supaya tidak roboh.

Beberapa tahun kemudian usaha kami ada kemajuan, aku dapat uang hasil warisan orangtua, sebagian untuk membayar hutang dan sebagian untuk membuat warung dan tambahan modal. Sedikit demi sedikit warungku ada kemajuan. Setelah berjalan setahun, rupanya ada orang yang tidak ingin kami maju (maaf bukan su’uzon, tapi ini nyata). Singkat cerita kami kehabisan modal dan dagangan kami sepi pembeli. Mungkin orang modern tidak percaya sebelum mereka mengalami sendiri. Warung tempat kami berjualan ada yang mau merebut. Hampir saja terjadi sesuatu yang tidak diinginkan bila istriku tidak mencegahku. Akhirnya dengan musyawarah RT/RW setempat warung itu dibayar Rp. 250.000,-. Aku mengalah… aku istighfar… biarlah nanti Tuhan yang akan membalasnya.

Setelah lahir anak ketiga, aku kembali ke profesi lama narik angkot di Serang. Alhamdulillah aku menjalaninya dengan senang hati dan yang penting keluargaku tidak kelaparan dan kehujanan serta kepanasan, walaupun pendapatan jadi supir angkot jurusan Serang Kota hanya pas-pasan. Aku tak bisa berpisah lama-lama dengan anakku yang ketiga karena cuma dia yang sempat aku tunggui saat kelahirannya. Aku tidak membeda-bedakan kasih sayangku pada anak-anakku. Tapi kenapa yang satu ini lain dari yang lain, mungkin karena dia masih kecil baru berumur 2,5 tahun.

Tahun 2005, BBM naik, mulailah datang cobaan lagi, narik angkot mulai sepi dan setoran tak terkejar. Banyak pengusaha mobil angkot yang gulung tikar termasuk tempat aku bekerja. Semua mobilnya dilelang, banyak yang menganggur termasuk aku. Terpaksa aku membantu lagi ibu mertuaku berjualan pada malam hari. Aku bersyukur ibu mertuaku mau membantu biaya sekolah anak-anakku dan makan kami. Aku malu, sedih rasanya, aku ingin mati saja (mungkin saat itu aku sedang berputus asa). Untung masih ada seorang sepupuku yang sering membantuku baik itu secara moril maupun spiritual. Jasa-jasanya tak pernah aku lupakan. Aku Cuma dapat berdoa semoga amal-amalmu diterima Allah dan diberikan berkah olehnya, amin.

Hal yang yang juga membuat aku stress adalah aku tidak suka pada isteriku dan ibu mertuaku yang masih suka egois. Kalau mereka sedang sakit, aku sangat perhatian sekali, tapi bila aku sakit, boro-boro dipijitin, ditengok juga tidak ditanya juga tidak. Aku suka jadi sedih, prihatin dan kesal. Sekarang saja begini, bagaimana kalo nanti aku sudah payah atau tua.

Sakit herniaku sering kambuh namun tahun berganti tahun tak kurasakan, ternyata penyakitku semakin parah. Untuk sembuh harus dioperasi tapi biayanya mahal. Aku coba berobat ke tukang urut, sampai sekarang bertambah parah dengan usiaku yang semakin bertambah dan staminaku yang semakin menurun. Kemungkinan disebabkan atau efek dari penyakit yang saya derita dan ditambah pikiran yang kalut (ruwet). Memang tidak semua orang tahu apa-apa yang saya rasakan. Mungkin kebanyakan orang melihat dari luarnya saja, tapi tidak dari dalamnya.

Suatu hal yang rahasia, masalah hubungan suami-isteri, sudah tiga bulan tidak harmonis. Dengan kata lain tiga bulan pisah ranjang. Di luar biasa-biasa aja, tapi di dalam, entahlah apa yang akan terjadi selanjutnya. Mudah-mudahan saya bisa kontrol emosi dan dikuatkan iman. Saya akan berusaha semaksimal mungkin menjaga keimanan dan ketaqwaan saya pada Allah, yang saya rasakan ada kemajuan. Saya mohon bantuan untuk berbuat yang terbaik. Apa-apa yang kita harapkan belum tentu kita gapai atau terwujud. Begitu pula sebaliknya. Apa-apa yang kita tak kehendaki bisa terjadi. Kita hanya manusia biasa yang cuma bisa berusaha dan berdoa untuk mewujudkan sesuatu yang kita kehendaki, akan tetapi Tuhan juga yang menentukan. Saya berusaha menghibur diri dengan jalan apapun.

Aku sadar dengan keadaanku ini, keadaan vakum tidak mempunyai pekerjaan alias menganggur ditambah lagi mempunyai penyakit hernia (turun bero) yang tidak boleh dianggap ringan. Bila lama-lama didiamkan akan berbahaya. Kalu sedang kumat badanku panas dingin (meriang), badan pegal-pegal, dan kepala pening. Bagaimana orang mau ngasih pekerjaan kalau kondisi kesehatanku begini. Sebetulnya aku malu sekali kalau dikasih sesuatu apalagi meminta bantuan orang lain. Tapi dengan keadaanku begini yach terpaksa aku lakukan, tapi dengan tidak melanggar hukum.

Hampir seminggu ini aku tinggal di Jakarta. Tujuannya silaturahmi sambil mencari-cari pekerjaan meskipun sebenarnya aku mempunyai masalah yang sangat pelik yang membuat aku stress. Aku Cuma dapat berdoa pada Tuhan serta berharap sedikit bantuan seikhlasnya dari saudara-saudaraku di Jakarta, dengan kemurahan hati mereka semoga dapat memberi sedikit solusi bagi masalah yang aku hadapi. Sekarang ini aku ingin kembali ke Serang. Saya tutup cerita ini dengan membaca hamdallah…..

(Jakarta, 22 Mei 2006)

Published in: on November 3, 2009 at 6:17 pm  Leave a Comment  
Tags: , ,

WARISAN

Warisan

Warisan Melimpah

WARISAN

Menjelang Rasul kita akan wafat…..

Dan sakit beliau terasa berat…..

Uang sedikit yang masih ada…..

Disedekahkan pada orang melarat…

Ketika Khalid bin Walid meninggal dunia…..

Pahlawan perang yang gagah berani…..

Ditinggalkannya seorang pembantu…..

Sebilah pedang dan seekor kuda…..

Waktu Umar gagah perkasa wafat…..

Penahluk kerajaan Persia dan Roma…..

Warisannya sehelai baju jumah…..

Dan uang sebanyak lima dinar saja…..

Bila Aurangzeb meninggal dunia…..

Raja Moghul India makmur dan kaya…..

Uang tiga ratus sembilan rupee…..

Pada rakyat miskin habis dibagikannya…..

Contoh gemilang dari masa dahulu…..

Kami menyimak dengan penuh rindu…..

Bisakah kiranya pada ini zaman…..

Berpulang kembali jadi teladan…..

(Bimbo)

Published in: on November 3, 2009 at 5:02 pm  Comments (2)  
Tags: , , , , , , , , ,

SURAMADU, Kebanggaan Bangsaku?

Di atas jembatan Suramadu

Dia atas Suramadu

Gerbang Jembatan Suramadu

Gerbang Suramadu

Menuju Jembatan Suramadu

Menuju Suramadu

SURAMADU

Terdengar negaraku memiliki jembatan megah nan panjang

Terselip kebanggaan yang sangat di relung hatiku

Terdorong jiwaku untuk segera mengunjungi mengaguminya

Terbayang olehku perekonomian yang meningkat di sekitarnya

Namun…..

Terselip kekhawatiran kemampuan bangsaku merawatnya

Terngiang keberatan ulama Madura menerima resiko kemajuan

Tersentak aku ketika membaca berita di koran…..

Polisi menerima laporan…..

Komponen jembatan dibongkar dan dicuri orang…..

Ooh bangsaku….. ternyata engkau tidak bangga Indonesia…..

Engkau mungkin masih lapar…..

Semoga ini tidak melunturkan banggaku padamu….. pada Indonesia…..

Doaku akan selalu menjagamu dari jauh…..

(Jakarta, 3 November 2009)

Published in: on November 3, 2009 at 6:35 am  Leave a Comment  
Tags: , , , , ,