MENCERDASKAN BANGSA !!!

Kenapa bangsa kita perlu cerdas?

Beberapa realita yang membuat kita gemas karena ketidakcerdasan (baca: kebodohan) kita adalah ketika:

  • Berbagai suku bangsa dan kerajaan-kerajaan di negeri kita dahulu diadu domba (politik devide et impera) oleh penjajah Belanda (VOC/Kompeni);
  • Beratus-ratus tahun hasil bumi kita (rempah-rempah) dibawa secara bergelombang oleh beratus-ratus (mungkin ribuan) kapal bangsa-bangsa Eropa ke negeri mereka, sementara hanya segelintir bangsa kita yang menikmatinya dengan sebagian besar tetap sengsara (dan maaf bodoh) ;
  • Bertahun-tahun IMF mendikte pemerintah kita agar tetap tidak mampu mandiri dan menjadi tuan di negerinya sendiri;
  • Perut bumi Irian/Papua dirobek lalu isinya yang berharga dibawa pergi keluar Indonesia (Amerika Serikat) dengan keuntungan yang melimpah untuk tujuh keturunan mereka, dengan hanya menyisakan sedikit dan memberikan ‘tips’ (uang kecil/receh) kepada pemerintah kita;
  • Pengiriman berjuta-juta TKI selama bertahun-tahun sebagai PRT (maaf tidak cerdas dan status tidak terhormat) di negara lain yang kemudian berakibat pada pelecehan terhadap bangsa kita secara keseluruhan.
  • Banyak orang-orang ‘cerdas’ kita (BATAN, BPPT, IPTN/DI, Garuda, sampai dengan sekarang yang terjadi terhadap Juara-Juara Olimpiade IPA) dibajak negara lain dan meraih sukses di sana memberikan devisa lebih bagi negara tersebut.
  • Kegagalan pemerintah kita bernegosiasi dengan pemerintah Arab Saudi untuk memperoleh fasilitas terbaik bagi jemaah haji kita di Mekkah, Madinah dan sekitarnya. Padahal kita negara penyumbang jemaah haji terbesar (baca: devisa terbesar) bagi pemerintah Arab Saudi, namun kenyataannya fasilitas jemaah haji negara lain justru yang jauh lebih baik. Hal ini diperparah oleh pengelolaan haji kita yang cenderung masih ‘bobrok’ karena ulah oknum-oknum tertentu yang harus dibasmi
  • ‘Batik’, lagu ‘Rasa Sayange’, tari ‘Pendet’ yang jelas-jelas merupakan warisan budaya (heritage) Indonesia telah diakui oleh Malaysia sebagai milik mereka. Tapi syukurlah hal ini kemudian telah membangunkan bangsa kita dari keterlenaan dan tidur panjangnya untuk segera bersatu bahu-membahu menghadapi ‘musuh bersama’ (Malaysia, mungkin juga yang lainnya).

Apabila hal ini terus berlanjut, maka bangsa kita akan semakin terpuruk dan terus dilecehkan bangsa-bangsa lain !!!

Siapa yang bertanggung jawab?

Tidak konstruktif untuk dibicarakan.

Siapa yang berperan mencerdaskan bangsa kita?

  1. Pemerintah yang bersih
  2. Pemimpin yang bersih
  3. Aparat Pemerintah yang bersih
  4. Tenaga Ahli (orang cerdas) yang bersih
  5. Tokoh Agama yang bersih
  6. Orangtua yang bersih

Apa strategi yang digunakan?

  1. Berorientasi jangka panjang dan fokus pada generasi muda an
  2. Jadilah ‘role model’ yang teladan

Sungguh masih berat tugas kita menjaga warisan nenek moyang kita berupa negara kepulauan dengan berbagai suku bangsa (multi etnis) dan multi agama ini !!!

Advertisements

KENAPA SIH BANGSA KITA MASIH ‘SILAU’ DENGAN HAL-HAL YANG BER’BAU’ ASING?

Kenali dan Cintai Indonesia Kita

Beberapa gejala mengenai hal tersebut yang seringkali kita temukan dalam kehidupan sehari-hari :

  • Pimpinan perusahaan-perusahaan kita masih lebih percaya dengan tenaga ahli orang asing dibandingkan dengan tenaga ahli dari negara sendiri, padahal kemampuan mereka belum tentu lebih tinggi.
  • Pimpinan perusahaan-perusahaan kita rela membayar orang asing jauh lebih mahal berlipat kali dibandingkan dengan orang Indonesia sendiri (selain juga karena ada ketentuan upah minimal TKA).
  • Banyak anggota DPR kita rela meninggalkan rapat penting hanya sekedar untuk mendengarkan konsultan asing (yang sudah memiliki ‘record’ jelek di departemen) memaparkan ‘dagangan’nya yang belum tentu cocok dengan kebutuhan DPR dan negara kita.
  • Orangtua kita lebih senang dan bangga menyekolahkan anaknya ke luar negeri (meskipun kualitas sekolah/universitasnya tidak jelas ‘jelek’) dibanding di Indonesia meskipun telah diterima di Universitas terbaik (UI, ITB, Unpad atau UGM.
  • Ibu-ibu kita lebih menyukai dan ‘pede’ memakai produk (pakaian, sepatu, tas, dll) asing dibanding memakai produk lokal (sepatu Cibaduyut, tas Tajur, pakaian Tanah Abang, dll). Padahal kualitas produk-produk kita tersebut tidak kalah bagus bahkan banyak digemari oleh pengusaha-pengusaha/pedagang dari luar negeri .
  • Orang-orang kaya kita lebih percaya dengan dokter-dokter dari Singapura, Malaysia, Australia atau Jerman, padahal sudah banyak dokter-dokter dan rumah sakit di Indonesia yang sudah bagus dan disegani kolega-koleganya dari negara-negara lain.
  • Anak-anak kita lebih senang membaca buku, main video game dan menonton film Spiderman, Sincan, Naruto, Benten, dan lainnya, dibanding membaca buku-buku dan menonton film-film Anak-Anak Indonesia (memang sekarang ada, kalau dulu sih: Godam, Gundala, dll).
  • Bahkan PRT-PRT (juga Ibu-Ibu RT-nya) kita pada waktu lalu sempat sangat menggemari telenovela Maria Mercedes, Marimar, dan lainnya. Namun syukurlah saat ini mereka sudah menggemari sinetron lokal (Cinta Fitri, Cinta dan Anugrah) meskipun kita masih sulit menyensornya untuk kepentingan perkembangan anak-anak kita.
  • Penggemar sepakbola kita lebih suka menonton tayangan Liga Primer Inggris, LA Liga Spanyol, Liga Italia, Bundes Liga Jerman atau Eresdivisi Liga Belanda, dibandingkan menyaksikan tayangan Liga Indonesia (yang memang penampilan dan prestasinya jelek, selain ‘prestasi’ berkelahi atau mengejar-ngejar wasit).

Kita masih seringkali TIDAK MENYADARI atau LUPA bahwa :

  • Negeri ini pernah memiliki seorang GAJAHMADA pemersatu Nusantara nan luas; melahirkan seorang SUKARNO seorang pemberani penentang Amerika negara adikuasa di jamannya; me’nyumbang’kan seorang SUDJATMOKO sebagai Rektor PBB; me’mamer’kan seorang HABIBIE sebagai ahli pesawat terbang di Jerman; bahkan telah menempa pluralitas dan universalitas seorang BARACK OBAMA, presiden Amerika yang diidolakan hampir seluruh masyarakat dunia saat ini.
  • Negeri ini sekarang telah banyak mencetak JUARA-JUARA OLIMPIADE melalui tangan emas PROF JOHANNES SURYA (bagaimana dengan peran Pemerintah kita).

Kok ternyata kita BISA kalau kita MAU…

AYO… sudah saatnya kita BANGGA dengan INDONESIA…

Published in: on November 22, 2009 at 9:00 am  Comments (3)  
Tags: , , , , , , , ,