KASUS REKRUTMEN SALES

Sales (Tenaga Penjual)

KASUS REKRUTMEN SALES

Rendy adalah seorang Manajer Penjualan di suatu perusahaan produk teknologi tinggi yang besar dimana situasi bisnisnya sangat kompetitif. Saat ini Rendy sedang merasa berada pada situasi yang sangat tidak nyaman. Penjualan divisinya terus menurun dalam enam bulan terakhir ini dan atasannya memberi takanan yang kuat pada dirinya agar meningkatkan lagi penjualan divisinya. Sebulan terakhir ini rendi sudah melakukan survey ke banyak daerah, terjun langsung menjadi Sales untuk memperkuat jajaran tenaga penjualannya, dan tiga hari yang lalu ia telah mewawancarai seorang kandidat Sales yang tampaknya “menjanjikan”.

Rendy ingat bahwa begitu ia memandang sang kandidat memasuki ruang kantornya, ia langsung merasakan kesan bahwa inilah orang yang ia butuhkan untuk divisinya. Selanjutnya, selama proses wawancara berlangsung Rendy merasa semakin terkesan dan merasa beruntung bahwa ia telah “menemukan” orang ini. Kandidat tersebut memiliki prestasi yang mengagumkan sebagai penjual dan sangat mengetahui produk industri teknologi tinggi. Yang lebih menarik lagi, kandidat tersebut baru saja berhenti dari perusahaan pesaing utama perusahaan tempat Rendy bekerja, dengan masa kerja selama 6 tahun yang penuh keberhasilan. Rendy semakin merasa bahwa kualifikasi kandidat tersebut mengalahkan seluruh kandidat lainnya yang pernah ia wawancarai. Rendy sudah berpikiran untuk memperkerjakan kandidat tersebut (yang rencananya akan ia katakan sehari atau dua hari lagi setelah ia memeriksa rujukan kandidat tersebut), sewaktu kandidat tersebut tersenyum sambil meraih tas kerjanya dan mengeluarkan sebuah amplop segi empat kecil. Dari dalamnya ia mengeluarkan sebuah disket komputer dan memegangnya dengan cara seakan-akan benda tersebut sebuah benda berharga.

“Apakah Bapak dapat menerka isi disket ini?’ Tanya sang kandidat. Rendy menggeleng, masih sambil tersenyum sangat percaya diri, sang kandidat menerangkan pada Rendy bahwa isi dari disket tersebut adalah gambaran kondisi kekuatan perusahaan pesaing (tempat kandidat tersebut dulu bekerja) yang bersifat rahasia. Di dalam disket tersebut berisi pula profil seluruh pelanggan mereka dan data biaya dan harga penawaran tender mereka di suatu departemen dimana perusahaan Rendy juga mengikuti tender tersebut. Pada akhirnya sesi wawancara mereka, sang kandidat kembali berjanji pada Rendy, bila Rendy jadi merekrut kandidat tersebut sebagai Sales, maka ia akan memberikan disket tersebut bahkan mungkin lebih banyak lagi informasi.

Sepulangnya kandidat tersebut, perasaaan yang langsung timbul pada Rendy adalah kegeraman. “bagaimana ia dapat melakukan hal itu?”, akan tetapi setelah ia dapat menenangkan diri dan berpikir lebih jernih, ia merasa bahwa kandidat tersebut sedang menawarkan suatu “harta karun” yang tak terduga dan sangat dapat menolong divisinya untuk “mendongkrak” penjualannya. Rendy pun merasa bahwa apa yang ditawarkan kendidat tersebut merupakan penawaran “sekali seumur hidup”. Akhirnya Rendy merasa bingung sendiri terhadap apa yang harus ia putuskan dan lakukan sehubungan dengan rekrutmen kandidat tersebut.

Pertanyaan untuk didiskusikan :

  1. Bila anda Rendy, apa yang akan anda putuskan dan lakukan?
  2. Apa alasan (pertimbangan-pertimbangan) dari keputusan dan tindakan anda?
  3. Apa konsekuensi atau akibat dari keputusan dan tindakan anda?
Published in: on December 6, 2009 at 1:58 pm  Comments (4)  
Tags: , , , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://hirzithariqi.wordpress.com/2009/12/06/kasus-rekrutmen-wiraniaga/trackback/

RSS feed for comments on this post.

4 CommentsLeave a comment

  1. Kasusnya sama kami juga mau merekrut sales….?? pingin masukan

  2. Kalo saya jadi Rendi, maka saya tidak jadi diterima calon sales seperti itu. karena apa yang saya lakukan akan di lakukan oleh orang lain atau orang yang sama kepada Perusahaan saya. Apa yang saya tabur akan saya tuai nantinya ini pasti. Hukum Alam.
    Kedua kandidat seperti ini tidak etis, kasarnya licik. Buat apa kita terima, Kalau ada masalah dengan perusahaan saya, maka dia akan lakukan itu juga dengan perusahaan saya. Data perusahaan saya di jual ke perudsahaan lain. Buukankah ini berbahaya. Ngerii deh…

  3. 1. Tentu saja tidak.

    2. Alasannya simple, ketika dia bisa ‘menjual’ rahasia perusahaan kepada perusahaan lain, bukan tidak mungkin ia akan melakukan hal yang sama kepada perusahaan kita nantinya. Betrayer.

    3. konsekuensinya, mungkin perusahaan saya tidak mendapatkan sales yang secara prestasi sangat apik, tapi setidaknya perusahaan saya terhindar dari seorang betrayer…

  4. 1. Tentu saja tidak.

    2. Alasannya simple, ketika dia bisa ‘menjual’ rahasia perusahaan kepada perusahaan lain, bukan tidak mungkin ia akan melakukan hal yang sama kepada perusahaan kita nantinya. Betrayer.

    3. konsekuensinya, mungkin perusahaan saya tidak mendapatkan sales yang secara prestasi sangat apik, tapi setidaknya perusahaan saya terhindar dari seorang betrayer…

    http://www.andhikaalexander.wordpress.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: