BERQURBAN UNTUK APA/SIAPA?

Presiden-Wapres RI Berkurban

BERKURBAN

Kita rela berkorban untuk orang tua kita…

Orang tua rela berkorban untuk anaknya…

Suami/Istri rela berkorban untuk pasangannya…

Seseorang rela berkorban untuk teman akrabnya…

Anak muda rela berkorban untuk pacar tercintanya…

Pegawai PNS rela berkorban untuk negara…

Karyawan swasta rela berkorban untuk perusahaannya…

Bahkan kita rela berkorban untuk hal-hal yang tidak perlu…

Mengapa masih banyak orang yang kaya harta masih belum rela (apalagi ikhlas) untuk berkurban kepada Allah SWT (Sang Pencipta kita) dengan mengeluarkan uang minimal 1 juta (lebih sedikit) untuk membeli seekor kambing yang paling kecil tapi masih layak kurban?

Mengapa Orang Berkurban?

  • Memiliki cukup uang/harta
  • Memiliki penghayatan yang tinggi terhadap nilai-nilai berkurban
  • Memiliki ketaqwaan dan keimanan yang kuat kepada Allah SWT (Yang Maha Pencipta, Maha Kuasa, dll)
  • Rela dan ikhlas karena perintah Allah SWT dalam berkurban – “Istiqamah”.
  • Supaya orang lain (masyarakat) menilainya sebagai orang yang mampu (kaya).
  • Supaya orang lain (masyarakat) menilainya sebagai orang yang baik (dermawan) dan memiliki nilai-nilai agama (ketaqwaan) yang tinggi.
  • Terpaksa atau dipaksa oleh orang lain (Ustadz, Pengurus Masjid, Orangtua, Saudara, teman atau bahkan anak sendiri).

Mengapa Orang Tidak Berkurban?

  • Tidak memiliki cukup uang/harta
  • Memiliki cukup uang/harta tetapi lupa untuk berkurban
  • Memiliki cukup uang/harta tetapi tidak sempat berkurban karena kesibukan.
  • Memiliki cukup uang/harta tetapi tidak merasa berkewajiban untuk berkurban.
  • Memiliki cukup uang/harta tetapi tidak merasa berkewajiban berkurban hewan di Idul Adha lagi karena selama ini sudah banyak membantu kaum duafa dalam hal-hal lain selain berkurban.
  • Memiliki cukup uang/harta tetapi tidak/belum rela memberikan uang/hartanya kepada orang lain karena akan mengurangi jumlah kekayaannya.
  • Memiliki cukup uang/harta tetapi tidak/belum mau berkurban karena masih ada keperluan lain yang penting seperti membantu orang tua atau saudara yang kurang mampu secara ekonomi.
  • Memiliki cukup uang/harta tetapi tidak/belum mau berkurban karena akan mengurangi jumlah tabungannya untuk menunaikan ibadah haji.
  • Memiliki cukup uang/harta tetapi tidak bersedia meninggalkan pekerjaan/jabatannya karena khawatir diambil alih (digantikan) oleh orang lain.
  • Memiliki cukup uang/harta tetapi tidak bersedia meninggalkan pekerjaan/jabatannya karena khawatir hal-hal yang selama ini ditutup-tutupi (kecurangan, korupsi, dll) bisa diketahui dan terbongkar.

Semoga Allah senantiasa memberikan kita UANG/HARTA yang cukup/melimpah dan IMAN yang kuat agar kita menjadi “istiqamah” kepada Allah SWT sehingga senantiasa bisa berkurban di setiap IDUL ADHA, amin…

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA

Mohon Maaf Lahir dan Batin

Published in: on November 29, 2009 at 2:06 am  Leave a Comment  
Tags: , , , , , , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://hirzithariqi.wordpress.com/2009/11/29/berqurban/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: