KENAPA SIH BANGSA KITA MASIH ‘SILAU’ DENGAN HAL-HAL YANG BER’BAU’ ASING?

Kenali dan Cintai Indonesia Kita

Beberapa gejala mengenai hal tersebut yang seringkali kita temukan dalam kehidupan sehari-hari :

  • Pimpinan perusahaan-perusahaan kita masih lebih percaya dengan tenaga ahli orang asing dibandingkan dengan tenaga ahli dari negara sendiri, padahal kemampuan mereka belum tentu lebih tinggi.
  • Pimpinan perusahaan-perusahaan kita rela membayar orang asing jauh lebih mahal berlipat kali dibandingkan dengan orang Indonesia sendiri (selain juga karena ada ketentuan upah minimal TKA).
  • Banyak anggota DPR kita rela meninggalkan rapat penting hanya sekedar untuk mendengarkan konsultan asing (yang sudah memiliki ‘record’ jelek di departemen) memaparkan ‘dagangan’nya yang belum tentu cocok dengan kebutuhan DPR dan negara kita.
  • Orangtua kita lebih senang dan bangga menyekolahkan anaknya ke luar negeri (meskipun kualitas sekolah/universitasnya tidak jelas ‘jelek’) dibanding di Indonesia meskipun telah diterima di Universitas terbaik (UI, ITB, Unpad atau UGM.
  • Ibu-ibu kita lebih menyukai dan ‘pede’ memakai produk (pakaian, sepatu, tas, dll) asing dibanding memakai produk lokal (sepatu Cibaduyut, tas Tajur, pakaian Tanah Abang, dll). Padahal kualitas produk-produk kita tersebut tidak kalah bagus bahkan banyak digemari oleh pengusaha-pengusaha/pedagang dari luar negeri .
  • Orang-orang kaya kita lebih percaya dengan dokter-dokter dari Singapura, Malaysia, Australia atau Jerman, padahal sudah banyak dokter-dokter dan rumah sakit di Indonesia yang sudah bagus dan disegani kolega-koleganya dari negara-negara lain.
  • Anak-anak kita lebih senang membaca buku, main video game dan menonton film Spiderman, Sincan, Naruto, Benten, dan lainnya, dibanding membaca buku-buku dan menonton film-film Anak-Anak Indonesia (memang sekarang ada, kalau dulu sih: Godam, Gundala, dll).
  • Bahkan PRT-PRT (juga Ibu-Ibu RT-nya) kita pada waktu lalu sempat sangat menggemari telenovela Maria Mercedes, Marimar, dan lainnya. Namun syukurlah saat ini mereka sudah menggemari sinetron lokal (Cinta Fitri, Cinta dan Anugrah) meskipun kita masih sulit menyensornya untuk kepentingan perkembangan anak-anak kita.
  • Penggemar sepakbola kita lebih suka menonton tayangan Liga Primer Inggris, LA Liga Spanyol, Liga Italia, Bundes Liga Jerman atau Eresdivisi Liga Belanda, dibandingkan menyaksikan tayangan Liga Indonesia (yang memang penampilan dan prestasinya jelek, selain ‘prestasi’ berkelahi atau mengejar-ngejar wasit).

Kita masih seringkali TIDAK MENYADARI atau LUPA bahwa :

  • Negeri ini pernah memiliki seorang GAJAHMADA pemersatu Nusantara nan luas; melahirkan seorang SUKARNO seorang pemberani penentang Amerika negara adikuasa di jamannya; me’nyumbang’kan seorang SUDJATMOKO sebagai Rektor PBB; me’mamer’kan seorang HABIBIE sebagai ahli pesawat terbang di Jerman; bahkan telah menempa pluralitas dan universalitas seorang BARACK OBAMA, presiden Amerika yang diidolakan hampir seluruh masyarakat dunia saat ini.
  • Negeri ini sekarang telah banyak mencetak JUARA-JUARA OLIMPIADE melalui tangan emas PROF JOHANNES SURYA (bagaimana dengan peran Pemerintah kita).

Kok ternyata kita BISA kalau kita MAU…

AYO… sudah saatnya kita BANGGA dengan INDONESIA…

Published in: on November 22, 2009 at 9:00 am  Comments (3)  
Tags: , , , , , , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://hirzithariqi.wordpress.com/2009/11/22/kenapa-bangsa-kita-masih-silau-dengan-yang-berbau-asing/trackback/

RSS feed for comments on this post.

3 CommentsLeave a comment

  1. Coba, mas thariq perhatikan, bukannya Anda juga masih membuat luar negeri menjadi patokan?

    “Negeri ini pernah memiliki seorang GAJAHMADA pemersatu Nusantara nan luas; melahirkan seorang SUKARNO seorang pemberani penentang AMERIKA negara adikuasa di jamannya; me’nyumbang’kan seorang SUDJATMOKO sebagai Rektor PBB; me’mamer’kan seorang HABIBIE sebagai ahli pesawat terbang di JERMAN; bahkan telah menempa pluralitas dan universalitas seorang BARACK OBAMA, presiden AMERIKA yang diidolakan hampir seluruh masyarakat dunia saat ini.”

    saya melihat panduan kejayaan itu tetap berada di sana. Ada Amerika yang ditentang sukarno, ada Jerman yang meluluskan habibie, ada Obama yang Presiden Amerika yang cuma mendapat pelajaran makan nasi goreng di Indonesia, sudah Anda anggap sebagai hal yang paling luar biasa. Bahkan Anda menambahkan tentang olimpiade yang notabene adalah pengakuan dari luar negeri juga.

    Lalu, sebenarnya, apa yang bisa dibanggakan dari diri kita?

    Saya bangga, Indonesia punya FPI yang tidak takut sama pemerintah sendiri.
    Saya bangga kita punya partai politik yang paling banyak di dunia.
    Saya bangga, pemerintah kita tega menyengsarakan rakyatnya sendiri.
    Saya bangga punya departemen pendidikan yang mengumpulkan kepala sekolah untuk dibagikan uang diam karena beasiswa untuk siswa miskin yang jumlahnya 250.00 dipotong 50 ribu untuk biaya administrasi.
    Saya bangga….
    Tidak ada negara lain yang melebihi Indonesia…

    • Mas Parjokarto,

      Salam kenal… terima kasih atas komentarnya yang kritis dan contohnya yang imajinatif.

      Hirzi

      • ngeblog lagi yuk mas…..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: