IQ TINGGI, ORANGTUA BANGGA !!!

Anak Cerdas di Sekolah

Kita bangga bahkan sangat bangga ketika mengetahui anak kita memiliki IQ (Intelligence Quotient) yang tinggi atau (sangat) cerdas, katakan 130, 135 bahkan di atas 140. Apakah kebanggaan kita ini beralasan… mungkin benar karena sebagian besar anak-anak lain yang memiliki IQ berkisar antara skor 90 sampai 110 (Taraf IQ Rata-Rata). Mungkin kita patut bersyukur (bukan berbangga) karena anak kita dianugerahi tingkat kecerdasan yang tinggi (kalau psikolognya tidak salah hitung – fatal jadinya). Akan tetapi lalu kita bertanya, apakah dengan IQ yang tinggi tersebut akan menjamin masa depannya lebih baik atau setidaknya memiliki prestasi sekolah yang menonjol dibanding anak lain yang memiliki taraf IQ rata-rata sebagaimana kebanyakan anak lain? Kita mulai ragu karena cukup banyak orangtua yang menemui kenyataan bahwa anak mereka yang memiliki IQ tinggi ternyata prestasinya biasa-biasa saja bahkan sebaliknya malah prestasinya ‘parah’. Jadi bagaimana sebenarnya hubungan antara IQ dengan prestasi belajar di sekolah anak?

Menurut para ahli psikologi, prestasi belajar siswa di sekolah tidak secara dominan dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan yang dimiliki siswa, akan tetapi juga banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor kemauan/motivasi atau komitmen belajar siswa, lingkungan sosial di sekolah maupun di rumah, dan lingkungan atau kondisi fisik yang berkaitan dengan prestasi belajar anak.

Anak kita bisa saja (sangat) cerdas, tetapi ia akan sulit berprestasi belajar bagus kalau dia tidak/kurang memiliki kemauan/motivasi atau komitmen belajar. Anak kita boleh saja (sangat) cerdas, tetapi ia akan sulit menunjukkan prestasi belajar yang baik di sekolah apabila tidak ditunjang oleh lingkungan sosial yang baik, seperti guru-guru yang kompeten, teman-teman yang berorientasi pada pelajaran (bukan main-main) dan begitu pula dengan bagaimana orientasi belajar dari orangtua, saudara-saudaranya, bahkan teman-teman di lingkungan tetangga tempat tinggalnya.

Demikian pula halnya dengan prestasi belajar yang akan sulit diperoleh oleh anak-anak (sangat) cerdas yang meskipun memiliki komitmen belajar baik, lingkungan sosial yang mendukung baik di sekolah maupun di rumah, namun tidak didukung oleh lingkungan fisik yang memadai. Jarang sekali kita temui anak-anak memiliki prestasi belajar baik muncul dari kondisi bangunan sekolah yang rusak dan lokal kelas yang terbatas sehingga menyebabkan waktu belajar mereka terganggu; sarana dan fasilitas belajar-mengajar (buku, alat tulis, alat peraga, dan lainnya) yang terbatas sehingga kecepatan belajar sangat lambat; anak yang harus berjalan kaki sekian jauh dan lama karena jarak rumah mereka jauh dari sekolah.

Dengan demikian, IQ yang tinggi baru akan menjamin prestasi belajar anak kita di sekolah atau menjamin masa depan yang baik apabila juga didukung oleh kemauan/motivasi atau komitmen belajar yang baik serta lingkungan sosial dan lingkungan fisik yang baik di sekolah maupun di rumah.

Semakin tinggi taraf IQ seorang anak maka akan semakin cepat dan mudah untuk mencapai prestasi belajarnya di sekolah. Sebaliknya, semakin rendah taraf IQ seorang anak maka akan semakin sulit dan lama untuk mempelajari dan memahami sesuatu hal termasuk dalam pelajaran sekolahnya.

Namun bagi orangtua yang kebetulan memiliki anak dengan IQ tidak tinggi (tidak cerdas) janganlah berkecil hati, karena para pakar ilmu psikologi mengatakan bahwa IQ (kecerdasan logical-mathematical) hanyalah salah satu dari sekian banyak jenis kecerdasan (Multiple Intelligence). Memang anak kita memiliki IQ yang tidak tinggi, tetapi mungkin ia memiliki jenis kecerdasan lain yang tinggi, misalnya: kecerdasan emosi/intra-intra personal (emotional intelligence), kecerdasan bodily-kinesthetic (bidang olahraga), kecerdasan linguistic (bahasa), kecerdasan musical (musik), kecerdasan spatial (melukis), kecerdasan naturalist, bahkan kecerdasan universal (universal intelligence). Buktinya, ada Rudy Hartono (olahragawan), Rudy Rudy Hadisuwarno (Penata Rambut), Rudy Chaerudin (Jago Masak), Rudy Wowor (Bintang Film/Sinetron), yang kesemuanya pasti belum tentu memiliki IQ yang tinggi.

Selain itu, dari hasil penelitian terhadap para pengusaha sukses di Amerika Serikat ternyata tidak semua dari mereka memiliki IQ yang tinggi. Namun ada aspek-aspek yang selalu tinggi/menonjol dari mereka yaitu kematangan emosi, kemampuan interpersonal, kemampuan empati, dan lainnya yang berkaitan dengan kecerdasan emosi (emotional intelligence).

Oleh karena itu bapak dan ibu, janganlah berbangga berlebihan apabila anak kita memiliki anak ber-IQ tinggi dan sebaliknya janganlah bersedih atau berkecil hati memiliki anak ber-IQ tidak tinggi. Semuanya lebih bergantung pada bagaimana kita menemukan bakat/potensinya dan bagaimana kita menyiapkan lahan yang subur agar dapat teraktualisasi menjadi prestasi yang membanggakan orangtua – yaitu perasaan bangga yang pantas diterima orangtuanya bukan perasaan bangga yang semu sebagaimana yang dialami orangtua kebanyakan selama ini…

The URI to TrackBack this entry is: http://hirzithariqi.wordpress.com/2009/12/07/iq-tinggi-orangtua-bangga/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: